pendidikan

FEB Umri Gelar Seminar Nasional

Kamis, 16 Juni 2022 | 02:43 WIB
Fakultas Ekonomi Bisnis Umri gelar Seminar Nasional (Umri)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), menggelar Seminar Nasional Ekonomi Bisnis Akuntansi (SNEBA) 2022, bertajuk Digital Transaction Transformastion yang dilaksanakan secara daring dan luring dipusatkan, di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Selasa (14/6/2022).

Tiga orang narasumber tampil mengawali rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sedari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB sore diantaranya Kepala Divisi SPPUR dan MI Bank Indonesia Perwakilan Riau Asral Mashuri SE Akt MBA MSc MA, Regional Manajer Link Aja Ngajaibul Asror SMb dan Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Dr Muhammad Ahyar Adnan MBA, dipandu moderator Mizan Asnawi SE MSi Dev.

Dekan FEB Umri, Zul Azmi SE Ak MSi AK CA CSRS menyebutkan bahwa dipilihnya tema Digital Transaction Transformation adalah sebuah keniscayaan dan up to date dengan perkembangan saat ini.

"Alhamdulillah Seminar Nasional dan Call for Paper ini dilaksanakan kedua kalinya dengan menghadirkan narasumber sesuai latar belakangnya dan menjadi wadah bagi para peneliti untuk mempresentasikan papernya. Saya berharap agenda SNEBA ini menyenangkan, menginspirasi dan memberikan kontribusi positif bidang ekonomi dan bisnis," ucap Dekan FEB Umri, Zul Azmi SE Ak MSi AK CA CSRS.

Zul berharap, Pembahasan dalam tema ini dapat mengubah kebiasaan yang rumit menjadi simpel yang dapat dilakukan dengan perangkat smartphone.

Namun dibalik itu, sambung Zul, transformasi transaksi digital juga membuka peluang terjadinya kejahatan.

Selain itu, kata Zul, dalam transformasi transaksi digital, kita mengenal rambu-rambu hukum dan agama agar menjadi pedoman.

"Singkatnya, barangkali saya ingin mengatakan untuk menghadapi tantangan zaman penuh teknologi ini, kita mesti responsive, kreatif, adaptif, dan tentu jika mau unggul juga harus inovatif," paparnya.

Sementara itu, Rektor Umri Dr H Saidul Amin MA mengapresiasi digagasnya helatan ini.

Dalam sambutan membuka rangkaian kegiatan ini, ia menyebut bahwa tema yang diangkat adalah hal yang kekinian, adaptif, sesuai dengan isu-isu perkembangan teknologi saat ini dalam kaitan ekonomi dan bisnis.

"Saya senang dan mengapresiasi digagasnya kegiatan ini. Tema yang dipilih kekinian, futuristik dan sesuai dengan perkembangan teknologi keuangan dan perbankan. Seperti yang kita tahu hari ini transaksi keuangankan sudah digital. Kita harus siap dan adaptif tentunya" jelas Saidul Amin.

Menurut Saidul, digital sesungguhnya berasal dari kata Yunani digitus artinya jari. Maknanya, angka. Akan tetapi bisa dipahami bahwa segala transaksi di dunia ini dapat dilakukan hanya dengan menggerakkan jari-jemari. Namun kecanggihan transaksi digital bisa sejalan dengan kejahatan digital. Maka disinilah nilai-nilai agama diperlukan.

Saidul menambahkan bahwa menariknya lagi helatan seminar nasional ini dibahas oleh narasumber yang kompeten dari dunia perbankan, teknologi keuangan dan ekonomi syariah.

"Saya kira seminar ini menarik, narasumbernya kompetitif. Ada narasumber dari BI sebagai regulator, narasumber Link Aja sebagai pelaku dan pakar ekonomi syariah. Nah, kesemua aspek itu tentu terkait. Khusus untuk soal ekonomi syariah, ini adalah hal yang menjadi perhatian Muhammadiyah yang memang getol dalam Literasi Ekonomi Syariah. Karenanya saya ucapkan terimakasih kepada seluruh narasumber" jelas Saidul mengakhiri.

Halaman:

Tags

Terkini