pendidikan

Tangis Kepala Sekolah di Pemalang: Dipindah Jauh dari Domisili hingga Harus Seberangi Jembatan Gantung

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:53 WIB
Sejumlah guru ASN di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, usai menerima SK mutasi dan pengangkatan kepala sekolah. (f: Ist)

 

PEMALANG, RIAUSATU.COM - Tangis sejumlah guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menggema usai menerima surat keputusan (SK) mutasi dan pengangkatan kepala sekolah.

Dilansir dari Erapos Online, Bupati Pemalang telah menyerahkan 516 SK pengangkatan/penugasan baru guru sebagai kepala sekolah pada Minggu (24/5/2026) di SKB Comal.

Rinciannya ialah, mutasi Kepala TK sebanyak 2 orang, mutasi Kepala SD sebanyak 241 orang, pengangkatan Kepala SD sebanyak 208 orang, dan mutasi Kepala SMP sebanyak 65 orang.

Beberapa dari mereka mengaku kecewa lantaran lokasi penugasan baru dinilai terlalu jauh dari domisili saat ini, mereka tampak menahan tangis karena harus bertugas di wilayah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.

‎“Saya sudah tua, domisili di Beluk tapi ditugaskan di Gombong,” ungkap salah satu kepala sekolah SD usai menerima SK, dikutip dari Erapos Online.

‎Keluhan serupa juga disampaikan kepala sekolah lainnya. Ia mengaku tinggal di Desa Majalangu, namun mendapat penugasan di wilayah Desa Medayu.

‎Terdapat pula kepala sekolah yang berdomisili di Desa Watukumpul tetapi ditempatkan di wilayah Bongas.

Para kepala sekolah menilai penugasan yang jauh dari domisili akan berdampak pada efisiensi anggaran pribadi, tenaga, hingga waktu perjalanan menuju tempat tugas.

Tak hanya itu, ada juga seorang guru perempuan di wilayah Kecamatan Ulujami mendapat penugasan sebagai kepala sekolah yang harus melalui jalur ekstrem, melewati jembatan gantung.

‎Mereka berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali penempatan kepala sekolah dan guru agar lebih dekat dengan domisili masing-masing.

‎Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pemalang, Khaeron, saat dimintai tanggapan terkait dasar pertimbangan penugasan yang jauh dari tempat tinggal kepala sekolah, memberikan jawaban singkat.

‎“Jalani saja dulu,” ujarnya singkat saat dihubungi.

‎Kebijakan penugasan tersebut kini menjadi sorotan di kalangan tenaga pendidik, terutama bagi kepala sekolah yang telah berusia lanjut dan harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.***

 

Tags

Terkini