Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema pemberian langsung kepada orang tua siswa apabila tujuan utama program adalah peningkatan gizi.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk memperbaiki asupan gizi anak sekolah.
Namun, seperti banyak program berbasis anggaran besar lainnya, pengawasan menjadi titik krusial.
Tanpa keterbukaan data —mulai dari besaran kontrak, mekanisme pengadaan, hingga struktur biaya—, publik sulit memastikan apakah setiap rupiah benar-benar sampai ke piring siswa.
Pertanyaannya kini bukan sekadar soal angka Rp15.000 atau Rp4.000.
Yang dipertaruhkan adalah tata kelola dan akuntabilitas sebuah program yang menyasar jutaan anak. ***