pendidikan

Terbuka Peluang Beasiswa S3 ke Austria bagi Dosen di Bawah Kemendikti

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) membuka tawaran beasiswa doktoral di Austria bagi dosen yang bekerja di perguruan tinggi di bawah Kemendikti saintek.

Bekerja sama dengan Badan Pendidikan dan Internasionalisasi Austria (OeAD-GmbH) di bawah Kementerian Federal Urusan Perempuan, Ilmu Pengetahuan, dan Penelitian Austria, beasiswa ini bertajuk Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP).

Para dosen terpilih akan memperoleh kesempatan selama 36 bulan untuk menempuh studi doktoralnya, termasuk 9-12 bulan fase persiapan.

Kuota IASP yang ditawarkan tahun ini sebanyak 15 penerima beasiswa. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id/ dan ditutup pada 1 Maret 2026.

Beasiswa ini, seperti dilansir kompas.com, terbuka bagi bidang studi atau penelitian khusus, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science), Ilmu Teknik, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Agrikultur/Pertanian, Ilmu Sosial, Ilmu Humaniora, dan Seni.

Beasiswa ini memberikan beberapa benefit, seperti:
Bebas biaya kuliah
Tunjangan hidup bulanan: EUR 1150-1300 (Rp 22-25 juta)
Tiket pesawat internasional sesuai biaya maksimal EUR 1000 (Rp 19 juta) Tunjangan mobilitas bulanan EUR 80 (Rp 1,5 juta)
Tunjangan keluarga bulanan: EUR 250 (Rp 4,9 juta) untuk pasangan dan EUR 250-325 (Rp 4,9-6,3 juta) untuk maksimal 1 anak.
Tunjangan keluarga hanya diberikan pada tahun ke-2 dan ke-3 studi, jika keluarga diundang oleh mahasiswa. Bantuan dalam mengatur akomodasi dan asuransi kesehatan

Perlu digarisbawahi, penerima beasiswa ini masih memerlukan dana tambahan untuk hal-hal mendesak.

Kriteria pendaftar
1. Dosen tetap Indonesia dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dari perguruan tinggi di bawah Kemendikti saintek.
2. Pendidikan: S2/Magister, lulus tidak lebih dari 10 tahun sebelum tahun pengajuan beasiswa
3. Usia maksimal 35 tahun
4. Tidak sedang menempuh program doktoral atau yang belum memperoleh gelar doktoral

Beasiswa ini ini terbuka untuk semua bidang, dengan fokus khusus pada bidang STEM. Permohonan yang tidak lengkap atau tidak memenuhi kriteria permohonan tidak akan dipertimbangkan dalam proses seleksi selanjutnya.

Dokumen yang diperlukan
1. Surat penerimaan dari pembimbing/supervisor universitas di Austria atau Surat Penerimaan Tanpa Syarat (LoA)
2. Proposal Penelitian (5-10 halaman) Proposal penelitian harus berfokus pada pertanyaan penelitian spesifik, serta memuat deskripsi yang jelas dan rinci mengenai arah dan tujuan penelitian, serta pendekatan metodologis yang digunakan.


Proposal penelitian harus disetujui oleh pembimbing di Austria dan diharapkan mencakup:
gambaran masalah yang jelas
ulasan literatur (termasuk referensi)
hasil yang diharapkan
kontribusi potensial proyek terhadap lanskap penelitian di Austria dan/atau negara asal pelamar
pendekatan metodologis (desain penelitian, pertanyaan/hipotesis penelitian, metode penelitian)
rencana kerja dan jadwal
daftar publikasi calon (jika sudah tersedia) atau kualifikasi yang diperlukan untuk melakukan penelitian yang bersangkutan

3. Izin dari Rektor Universitas asal bagi yang berasal dari Universitas negeri dan/atau kepala Badan Pendidikan Tinggi di wilayah masing-masing bagi yang berasal dari universitas swasta.

4. Dua surat rekomendasi dari dosen universitas (tidak ada format khusus: surat harus berisi kop surat, tanggal, dan tanda tangan orang yang merekomendasikan pelamar serta cap universitas/departemen dan tidak boleh lebih dari enam bulan pada saat pengajuan.)

5. Salinan paspor (halaman nama dan foto)
6. Salinan transkrip nilai dan sertifikat kelulusan studi sebelumnya (diploma, sarjana, magister)
7. Curriculum Vitae (CV) yang detail dalam bahasa Inggris
8. TOEFL IBT 90 atau TOEFL ITP 550 atau IELTS 6.5, berlaku selama 2 tahun sejak tanggal ujian.
Persyaratan bahasa untuk penerimaan di universitas tuan rumah mungkin lebih tinggi.

Apabila lolos pada tapa seleksi berkas, peserta akan diundang untuk mengikuti wawancara di Indonesia, yang diselenggarakan oleh panitia seleksi gabungan yang terdiri dari perwakilan Kemendikti saintek dan ASEA-UNINET.

Halaman:

Tags

Terkini