pendidikan

Tanpa LoA, Ini 3 Beasiswa S1-S3 Gratis Luar Negeri

Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:10 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Letter of Acceptancee atau LoA umumnya menjadi syarat untuk mendaftar beasiswa S1 maupun S3. Tetapi ada banyak beasiswa tanpa LoA untuk jenjang S1-S3 ke luar negeri yang siap dibuka.

Semua beasiswa ini, seperti dilansir kompas.com, akan dibuka akhir tahun, antara September hingga awal tahun. Bahkan calon mahasiswa yang nantinya diterima bisa mendapatkan uang saku bulanan.

LoA adalah surat resmi dari perguruan tinggi atau institusi lain yang menyatakan seseorang diterima sebagai mahasiswa atau peserta program studi tersebut.

Dokumen ini penting, terutama untuk pendaftar beasiswa, karena menjadi bukti kelayakan untuk langsung melanjutkan studi setelah beasiswa disetujui.

LoA wajib diurus saat mahasiswa mendaftar beasiswa, sehingga bukan dokumen yang dilampirkan pada saat mahasiswa diterima. Jadi apakah kamu tertarik mencoba mendaftar?

Beasiswa tanpa LoA S1-S3 ke luar negeri 1. Global Korea Scholarship Beasiswa S1-S3 ke Korea Selatan ini akan dibuka bulan September 2025.

Menariknya, beasiswa ini tak wajib menggunakan LoA, tidak wajib kembali ke negara asal, dan banyak pilihan kampus dan jurusan kuliah.

Berikut adalah rincian tunjangan dan dana yang akan diterima oleh penerima beasiswa GKS, dengan konversi ke Rupiah menggunakan kurs terbaru:
Tiket pesawat pulang-pergi dari Indonesia ke Korea saat awal kedatangan dan akhir masa studi. Tunjangan awal kedatangan sebesar 200.000 KRW atau sekitar Rp2,36 juta. Uang saku bulanan dengan rincian: Jenjang Sarjana (GKS-U): 900.000 KRW atau sekitar Rp10,63 juta dan Jenjang Magister & Doktoral (GKS-G): 1.000.000 KRW atau sekitar Rp11,81 juta.
Program Riset: 1.500.000 KRW atau sekitar Rp17,72 juta.
Tunjangan penelitian sebesar 210.000–240.000 KRW per semester (jika diperlukan).
Kursus bahasa Korea selama 1 tahun sebelum perkuliahan dimulai (tidak berlaku bagi peserta Program Riset). Biaya ditanggung oleh NIIED sebesar 800.000 KRW, sisanya oleh universitas. Biaya kuliah ditanggung penuh oleh pemerintah Korea.
Dana pencetakan tesis dan disertasi: 500.000–800.000 KRW atau sekitar Rp5,9–9,45 juta.
Asuransi kesehatan: 20.000 KRW atau sekitar Rp236,2 ribu per bulan.
Hibah Kemampuan Bahasa Korea: 100.000 KRW atau sekitar Rp1,18 juta per bulan bagi peserta yang memiliki sertifikat TOPIK level 5 atau 6.
Hibah penyelesaian studi: 100.000 KRW atau sekitar Rp1,18 juta, khusus untuk penerima beasiswa yang kembali ke negara asal setelah menyelesaikan masa studi. Dana ini tidak berlaku bagi peserta yang memilih menetap di Korea.

2. Russian Government Scholarship Beasiswa ke luar negeri dengan syarat mudah berikutnya adalah beasiswa dari Pemerintah Rusia. Biasanya beasiswa ini dibuka bulan Oktober hingga Desember.

Menariknya, juga tanpa LoA. Beasiswa ini dibuka mulai jenjang S1-S3. Bantuan biaya pendidikan:

Berikut cakupan benefit program beasiswa Russian Government Scholarship:
Biaya kuliah
Biaya hidup 
Beasiswa Rusia ini tidak membiayai hal-hal berikut ini:
Tiket pesawat 
Asuransi (Rp1.200.000 – Rp3.000.000 per tahun), kolektif via universitas
Visa 80 USD 3 bulan, setelah sampai di sana perpanjangan 1400 rubel x Rp225 (perpanjangan tiap tahun sekali).
Untuk urus visa:
Surat undangan dan nomor registrasi dari Kemenlu Rusia.

3. Stipendium Hungaricum
Beasiswa ke Hongaria ini rencananya dibuka bulan November. Pendaftarannya cukup panjang, sampai bulan Januari. Beasiswa ini selain tak pakai LoA juga bisa didaftar tanpa batas usia. Beasiswa ini dibuka mulai jenjang S1-S3 dan non-gelar.

Bantuan biaya pendidikan:
Biaya kuliah gratis
Biaya bulanan HUF 43.700 atau sekitar Rp 1.823.792 untuk biaya hidup di Hongaria selama 12 bulan dalam setahun hingga selesai studi.
Tempat tinggal di asrama gratis (tergantung ketersediaan) atau bantuan sebesar HUF 40.000 atau sekitar Rp 1,6 juta per bulan untuk biaya akomodasi selama masa beasiswa.
Asuransi kesehatan

Jenjang S3
Bebas biaya kuliah
Bantuan bulanan HUF 140.000 atau sekitar Rp 5.8 juta untuk fase pendidikan pertama (4 semester) dan HUF 180.000 atau sekitar Rp 7,5 juta untuk fase kedua (4 semester) selama 12 bulan dalam setahun, hingga selesai studi.
Tempat tinggal di asrama gratis (tergantung ketersediaan) atau bantuan sebesar HUF 40.000 atau sekitar Rp 1,6 juta per bulan
Asuransi Kesehatan.

Demikian informasi mengenai 3 beasiswa S1-S3 ke luar negeri tanpa LoA yang buka bulan September - Desember 2025.***

Tags

Terkini