Rado mengungkapkan, ia ingin menunjukkan kepada orang-orang, bahwa dirinya mampu diandalkan untuk membawa keluarganya kepada kehidupan yang lebih baik.
"Saya tidak ingin adik-adik saya harus berjuang seperti yang saya alami. Pada ibu tersayang, saya meminta doa agar lulus dan terpilih menjadi anggota Polri," tutur pemuda kelahiran Medan, 3 Februari 2004 ini.
Singkat cerita, perjuangan Rado untuk meraih mimpi menjadi anggota Polri akhirnya terwujud. Ia berhasil melewati seluruh tahapan proses seleksi.
Ia terpilih sebagai calon Tamtama Brimob dalam penerimaan anggota Polri di Polda Riau Gelombang I Tahun Anggaran 2023.
"Semua usaha dan doa saya, ibu dan adik-adik akhirnya terkabul. Saya berhasil lulus menjadi anggota Polri. Saya memohon doa dari ibu saya, supaya bisa mengikuti pendidikan dengan lancar. Setelahnya, bisa mengabdi kepada negara, bisa merubah nasib keluarga dan menyekolahkan adik-adik," urai Rado.
Sementara itu, Erita sang ibunda, tak mampu menyembunyikan rasa bahagia mengetahui anaknya lulus dan diterima menjadi calon anggota Brimob.
Dikisahkan Erita, sejak suaminya meninggal, kehidupan ia dan anak-anak menjadi sulit.
"Tapi anak kami ini (Rado, red) mau berjuang mewujudkan cita-cita menjadi anggota polisi," sebutnya.
Erita menuturkan, dari kecil Rado merupakan anak yang baik. Rado selalu membantu pekerjaannya menjadi buruh sawit dan melakukan beberapa pekerjaan lain demi mendapatkan uang.
"Saya berterima kasih sekali sama Tuhan karena anak saya sudah bisa menjadi anggota polisi. Terima kasih banyak sama Tuhan. Anak saya masuk polisi tidak ada mengeluarkan biaya," terang Erita.
Adik Rado, Siska Natalia, juga merasa sangat bersyukur abangnya itu bisa diterima sebagai anggota Polri.
"Abang saya sangat baik, dia baik sama saya, dia selalu bantu saya ke sekolah. Dia sering ngasih saya uang," ujar Siska menangis haru. ***