Antisipasi Bencana, 1.300 Personel di Riau Disiagakan

photo author
Administrator, Riau Satu
- Senin, 9 November 2020 | 14:04 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Antisipasi menghadapi bencana di Riau, sebanyak 1.300 personel satgas penanggulangan bencana, disiagakan.

Gubernur Riau, Syamsuar, Senin pagi (9/11/2020) memimpin pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Satgas Penanggulangan Bencana, bertempat di lapangan upacara kantor Gubernur Riau, jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Gubri mengatakan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) total kejadian bencana peridoe 1 Januari hingga 6 November 2020 berjumlah 2466 kejadian yang terdiri dari gempa bumi, erupsi gunung api, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang serta bencana yang kita hadapi sekarang ini bencana non alam adalah Covid-19.

"Di Provinsi Riau ada beberapa bencana yang sering terjadi yaitu kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor, puting beliung, gelombang pasang dan abrasi. Pada tahun 2020 ini kita sudah melewati musim kemarau yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, pada kesempatan ini kami dari pemerintahan provinsi Riau mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat melalui Kepala BNPB, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Panglima TNI, Kapolri serta berbagai instansi lainnya yang telah mendukung dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau," sebut Gubri.

Masih dalam sambutan Gubri, BMKG menulis bahwa Riau sudah memasuki musim hujan, dan pada November ini adalah puncak musim hujan.

"BMKG juga memperkirakan fenomena La Nina pada tahun ini akan meningkatkan intensitas hujan dibanding situasi normal. Jadi harus segera kita tindaklanjuti untuk siaga dan waspada terhadap ancaman bencana yang akan terjadi. Kepada para petugas harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melaksanakan 4 M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan demi kesehatan kita dan orang terdekat kita," kata Syamsuar.

Lanjutnya, dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan penanggulangan bencana, harus adanya dukungan, kesiapan aparatur tugas dan tanggungjawab sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Kepada awak media, Gubri menyebutkan bahwa Indonesia sudah masuk musim La Nina.

"Musim La Nina ini adalah musim hujan yang sering terjadi. Dan kita sudah mengalami hujan terus di wilayah kita ini. Tentunya, dengan terjadi hujan, maka terjadi banjir. Kita tahu bahwa beberapa daerah ini juga sering kebanjiran, terutama di sekitar Sungai Kampar, Pelalawan, Rengat, Rokan Hilir. Pekanbaru juga termasuk tapi tidak lama banjirnya," kata Gubri.

Karena saat ini pandemi Covid-19, sambung Gubri, tentunya kita juga harus siap sedia untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kalau memang harus kita melakukan pengungsian.

"Karena tempat pengungsian inilah harus kita antisipasi. Sebab kita tahu bahwa sekarang pandemi Covid-19. Jadi tempat pengungsiannya kita persiapkan dengan baik sesuai dengan protokol kesehatan dan tentunya kita tidak mengharapkan terjadinya pengungsian. Mudah-mudahan tidak terlalu lama musim La Nina ini, sehingga tentunya tidak terjadi banjir di daerah kita ini," terangnya.

Dengan apel bersama ini, kata Gubri, kita harus siap semua menghadapi ini, sehingga kalau terjadi banjir, semua daerah sudah siap menanganinya dengan baik.

"Jumlah petugas sebanyak 1.300 orang yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Manggala Agni dan Dinas Kesehatan, organisasi dan relawan," tutup Gubri.

Mengenai kesiapan peralatan, dikatakan Gubri, semuanya sudah siap.

"Peralatan sudah siap, tenda-tenda pengungsian ada di kabupaten ataupun disini. Untuk helikopter, kapan diperlukan itu siap, walaupun helikopter untuk penanggulangan kebakaran hutan itu sudah ditarik. Tapi kalau ada bencana, helikopter sudah siap, termasuk helikopter dari TNI AU. Untuk  antisipasi jalan putus, semua lini sudah siap," akui Gubri.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan juga menyebutkan, sebanyak 1.300 personel disiapkan untuk menghadapi ancaman bencana.

"Ancaman bencana ini tidak hanya banjir, tapi yang lainnya. Personel yang disiapkan ini adalah kolaborasi semuanya, mulai dari Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten, TNI, Polri, masyarakat maupun pihak perusahaan," kata Kapolda Riau.

Sementara itu, Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI M Syech Ismed mengatakan, dalam penanggulangan bencana, TNI siap membantu.

"Masing-masing Kodim, kita sudah menyiapkan personel, perlengkapan dan material lainnya yang berkaitan dengan bencana alam. Dan kita berharap tidak terjadi banjir yang cukup parah di Provinsi Riau, tapi semua personel dan perlengkapan itu sudah siap di wilayahnya masing-masing, termasuk tenda-tenda dan perahu. Kita berkoordinasi dengan pemerintahan daerah setempat," terang Danrem 031 Wira Bima.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X