Kapolda Riau Imbau kepada Masyarakat akan Pentingnya Kesadaran Berlalu Lintas

photo author
Administrator, Riau Satu
- Kamis, 26 April 2018 | 11:05 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan, sudah tentu diperlukan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Muara Takus 2018 di halaman Mapolda Riau, Kamis (26/4/2018), kepada riausatu.com mengatakan perlunya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya.

"Masyarakat perlu dapat penyuluhan dan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas," ujar Kapolda Riau.

Walaupun ditemukan pelanggaran, kata Kapolda Riau, lakukan persuasif, edukatif, ingatkan, kasih tahu tentang pentingnya kesadaran berlalu lintas.

"Dan saya harapkan dalam operasi patuh ini tidak ada razia," pinta Kapolda Riau.

Berdasarkan data kecelakaan, Kapolda Riau juga mengarahkan anggotanya untuk di jalan Lintas Timur.

"PJR itu untuk menyambangi masyarakat yang ada di sepanjang jalan Lintas Timur itu supaya masyarakat yang akan menyeberang menggunakan jalan betul-betul memenuhi persyaratan keselamatan," kata Irjen Nandang.

Dari catatan angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban Meninggal Dunia pada 2017 meningkat, Kapolda Riau menyebutkan agar Polantas memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

"Penyuluhan dan Penerangan kepada masyarakat itu perlu, agar masyarakat paham pentingnya keselamatan berlalu lintas," sebut Irjen Nandang.

Kepada anak sekolah yang mengemudi kendaraan dengan sendirinya, Irjen Nandang berharap agar tidak ada lagi anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor.

"SMP SMA rata-rata kan umurnya dibawah 17 tahun. Artinya, bahwa mereka belum punya Surat Izin Mengemudi, dengan kata lain belum boleh mengendarai, hanya boleh diboncengi," terang Kapolda.

"Untuk itu saya berharap kepada masyarakat Riau, kalau anaknya belum punya SIM, tolong diantar anaknya ke sekolah atau antar jemput anak sekolah. Jadi silahkan cari yang aman keselamatan di jalan bagi anaknya. Jangan karena sayang terus malah mencelakakan anak kita sendiri. Apalagi kalau menggunakan mobil anak SMA, karena umurnya masih dibawah 17 tahun, kecuali yang di kampung-kampung bisa terjadi. Tapi kalau di kota pada umumnya dibawah 17 tahun," harap Irjen Nandang.

Kapolda Riau Irjen Nandang juga mengimbau kepada lapisan masyarakat Riau, bahwa kesadaran berlalu lintas itu kebutuhan dasar.

"Karena dari sadar itulah angka kecelakaan akan menurun. Polisi walaupun banyak di jalan kalau kesadaran dari masyarakatnya kurang untuk tertib berlalu lintas, tetap saja kecelakaan akan terjadi," pungkas Kapolda Riau

Karena, kata Kapolda, di jalan itu disamping kesadaran, faktor sarana dan pra sarana jalan juga ikut menentukan kontribusi dalam jumlah kecelakaan.

"Jalan rusak, kemiringan jalannya tidak pas, rambu-rambunya kurang, penerangan lampu jalannya tidak ada. Itu semua ikut berkontribusi untuk kecelakaan. Jadi tidak semata-mata kesadaran. Jadi perlu saya garis bawahi, yang namanya kesadaran bukan hanya pemakai jalan, termasuk penyelenggara jalan, Polisi, PU, Bina Marga, Dishub dan semua stakeholder punya kewajiban untuk menyiapkan sarana yang berkeselamatan," tutup Irjen Nandang.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X