KAMPAR, RIAUSATU.COM-Demam Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) kian dirasakan masyarakat Kampar. Bahkan saat ini Bupati Jefry Noer menginstruksikan seluruh satuan kerja (SKPD) untuk menjalankannya.
''Untuk percepatan pengembangan RTMPE tersebut diminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di Kampar khususnya Satker Tri Zero untuk mensukseskan RTMPE. Namun yang bukan Satker Tim Zero juga harus turut melaksanakannya,'' kata Jefry Noer,SH saat memimpin rapat percepatan Demam Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) di Ruang Rapat Bupati pada Lantai II Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Senin (10/8).
Jefry menambahkan, bahwa suatu usaha apapun yang dibuat apalagi program Pemda Kampar, mulai dari bupati beserta stafnya mesti bisa bekerja sama. Jangan bekerja fokus pada satu pekerjaan. Contoh dalam program RTMPE untuk kemasyarakatan yang saat ini lagi digemangkan setiap satker harus bisa siap cepat dan tanggap walaupun satker tersebut tidak merupakan satker khusus tim zero.
Sebut saja, Dinas Perkebunan yang tidak berkecimpung dalam RTMPE tetapi harus memiliki peran capat untuk membaca bagaimana mengsuskseskan RTMPE. Sebeb, lanjut dia, di dalam RTMPE apabila sudah tercapai sebanyak 2.500 RTMPE di Kampar maka lebih kurang 2,5 juta liter pupuk biourine akan dihasilkan dan siap untuk dipasarkan.
Dengan demikian peran Dinas Perkebunan mencari cela kepada perusahaan yang ada di Kampar untuk bisa menampung guna pemanfaatan biourine yang dihasilkan RTMPE untuk lahan perkebunan sawitnya.
Menurut dia, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id, pihak Dinas Perkebunan bijak dan cepat menjalin kerjasama untuk menampung hasil tersebut sebelum diperintahkan agar RTMPE bisa bergerak cepat. (dri)