Peselancar Dunia Antusias, Festival Bono Surfing 2022 Digelar

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 11 November 2022 | 13:55 WIB
Sejumlah warga lokal antusias berfoto bersama peselancar dari Rusia, saat events Festival Bono 2022 di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. (ft: hms)
Sejumlah warga lokal antusias berfoto bersama peselancar dari Rusia, saat events Festival Bono 2022 di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. (ft: hms)

“Disini berbeda sekali. Tentunya seru, karena setelah saya berlatih tadi di sini, menurut saya ini merupakan sensasi yang beda dengan bermain di laut. Intinya saya unbelievable,” jelasnya.

Sementara itu, Peselancar asal Inggris bernama David, mengungkapkan, events tersebut merupakan pengalaman pertamanya bermain Ombak Bono sungai Kampar.

“Ini pertama kali saya kesini. Rasanya mencoba Ombak Bono ini enak sekali. Main di sini ombaknya panjang, baru sekali saya berselancar disini tapi pingin saja bermain selalu,” ungkapnya.

Selain itu, peselancar nasional, Abi menerangkan berselancar di Teluk Meranti Pelalawan ini berbeda dengan lainnya. Hal itu lantaran sungai tersebut aman dibandingkan dengan negara lain. Karena menurutnya daerah di sini aman dan untuk tim penyelamatan selalu bersedia dalam berjaga.

“Ada beberapa tempat di negara lain yang sama seperti disini, bedanya di sini aman. Karena selama saya surfing disini tidak ada predator yang saya lihat apalagi untuk menyerang. Ditambah lagi, disini pengamanannya ada jetsky yang berjaga saat kami surfing,” terangnya.

“Dan juga kalau mau cari mainnya puas, panjang, santai dan menikmati keajaiban alam itu benar mainnya di Bono,” pungkasnya.

Ombak Bono

Hampir setiap tahun Festival Bono diburu para peselancar dunia. Sebut saja para peselancar Australia yakni James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Der Sluys.

Tiga peselancar asal Negeri Kangguru itu, berhasil mencetak rekor surfing dengan menaklukkan gelombang Bono sejauh 17,2 kilometer. Menorehkan rekor dunia, berselancar terpanjang di Bono Sungai Kampar pada tahun 2016 lalu.

Pada umumnya, puncak Bono atau gelombang tertinggi dapat diprediksi sesuai kalender bulan purnama, atau berdasarkan kalender tarikh qomariyah. Uniknya Bono Surfing terletak pada ombaknya yang berlawanan dengan arah arus sungai, sehingga tekanannya cukup deras.

Tak seperti ombak besar di laut, tinggi Ombak Bono bisa mencapai 6 meter, memanjang sekitar 300 meter, dengan kecepatannya 40 km per jam. Suara dari hempasan gelombangnya bikin andrenalin bakal membuncah. Fenomena alam langka di Sungai Kampar tersebut terjadi akibat pertemuan arus pasang laut dengan arus sungai. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

Listrik di Riau Sudah Pulih 100 Persen

Senin, 25 Mei 2026 | 13:45 WIB
X