Rocky Gerung: Peristiwa di Malang Bukan Tragedi Kemanusiaan, tapi...

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:18 WIB
 Insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. (f: Twitter/@TheInsiderPaper/Pikiran-Rakyat.com)
Insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. (f: Twitter/@TheInsiderPaper/Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai, Tragedi Kanjuruhan bukan sesuatu yang bisa diprediksi atau dikontrol. Dia adalah nasib manusia. 

"Karena itu, peristiwa di Malang bukan tragedi kemanusiaan, itu adalah hasil kegagalan antisipasi perencanaan pengendalian massa," ujar Rocky Gerung di akun TikTok @RGTVChannel.

Menurut Rocky, yang lebih berbahaya pada tragedi ini adalah penggunaan alat-alat yang dilarang oleh FIFA, yaitu gas air mata.

"Kita ingin ada seseorang yang tampil ke publik dan mengatakan bahwa ini tanggungjawab saya. Itu pelajaran etika kedewasaan pemimpin," kata dia, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Rocky menuntut pertanggungjawaban dari pemimpin dan komandan yang membuat kerusuhan jadi tak terkendali sehingga memakai alat-alat kekerasan.

"Jadi sekali lagi, pakailah prinsip bahwa di atas nasib manusia ada hal-hal teknis yang gagal dipertahankan oleh mereka yang merencanakan satu kegiatan," tuturnya.

Ribuan pengguna TikTok bereaksi di kolom komentar atas pandangan Rocky.

"Polisi pakai aturan FIFA kalau situasi masih memungkinkan. Tapi jika situasi genting, polisi menggunakan UU," kata josxxx.

"Seharusnya begitu tapi sangat mustahil," ujar Ragxxx.

"Saya setuju dengan bapak. Jika mereka berani mengakui kesalahan mereka hingga seperti itu," ujar merxxx.

Halaman:

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

82 Tim Basket Perebutkan Piala Erick Thohir

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:15 WIB

Tour de Siak 2022 Usai, Ini Urutan Para Juara

Senin, 5 Desember 2022 | 09:01 WIB
X