Pemkab Inhil Dukung Pengembangan dan Rehabilitasi Lahan Perkebunan

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 1 April 2016 | 19:44 WIB

TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM - Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menegaskan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mendukung rencana pengembangan dan rehabilitasi lahan kritis oleh pihak swasta, dengan syarat tidak merugikan petani dan nelayan.

"Pemerintah Kabupaten Inhil menyambut baik sekaligus mendukung agar program kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga dapat memberdayakan lahan kritis di daerah ini," sebut Bupati usai memimpin pertemuan membahas Program Rehabilitasi Perkebunan dan Perikanan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tanah Merah, Jumat (1/4/2016) di aula Kantor Bupati Inhil.

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua KTNA Inhil Yusuf Said, Kadis Perkebunan, Kadis Perikanan, Kadis Cipta Karya, dan perwakilan masyarakat Kecamatan Tanah Merah itu, Bupati meminta dinas terkait dapat membantu dari segi administrasi dan membantu kelancaran agar program ini terlaksana dengan sebaik-baiknya.

''Diingatkan, kegiatan ini harus membawa keuntungan bagi petani dan nelayan, bukan sebaliknya.
Sehingga ke depan, lahan kritis tersebut dapat dimanfaatkan dan menghasilkan pendapatan yang menguntungkan petani, serta mendorong pemberdayaan potensi perikanan di daerah ini,'' Tukas Wardan.

Ketua KTNA Inhil Yusuf Said menjelaskan, program ini merupakan upaya KTNA dan investor yang akan menanamkan investasi dalam pengembangan dan rehabilitasi perkebunan kritis di Kecamatan Tanah Merah.

Dalam program ini, investor yang tergabung dalam konsorsium akan meremajakan lahan perkebunan yang sudah kritis, bukan membeli lahannya. Sedangkan mekanisme pembayaran oleh petani dengan sistem kredit tanpa bunga dan pembayarannya tidak memberatkan dengan petani setelah tanaman tersebut menghasilkan.

"Karena kawasan ini berada di pinggir pantai, juga dilakukan pengembangan sektor perikanan, budidaya tiram dan kepiting, lokan dan lainnya. Selama ini potensi ini belum dikelola dengan baik," sebutnya.

Pihak investor menyatakan akan membangun kawasan industri perkebunan kelapa dalam dan perikanan yang terintegrasi. Semua potensi di daerah ini akan dikembangkan bagi memberdayakan petani dan nelayan setempat. (rs5)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X