BAGANSIAPIAPI, RIAUSATU.COM-Kondisi perekonomian masyarakat saat ini cukup mengkehawatirkan, turunnya harga minyak dunia juga berpengaruh kepada kondisi perusahaan besar di Rohil. Baru-baru ini perusahaan minyak terbesar yang sejak lama beroperasi di Rohil ini pun, harus melakukan langkah pemutusan hubungan pekerjaan dengan pekerjanya.
Anggota Komisi A DPRD Rohil Bakhtiar SH, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir harus memiliki lembaga pelatihan khusus untuk melatih masyarakat Rohil yang memiliki status pendidikan minim. Sejauh ini, katanya, masyarakat Rohil yang masih menganggur angkanya cukup tinggi, akan tetapi tidak mampu melangkah ke dunia usaha.
''Di sini letak kelemahan kita, dunia usaha seakan masih jauh dari ekpekstasi masyarakat kita. Masih saja terpaku kepada dunia kerja di perusahaan atau di pemerintahan,'' kata H Bakhtiar, sebagaimana dilansir riaupotenza.com.
Menurutnya jika Rohil memiliki balai pelatihan yang kuat dan jika bisa disebar ke setiap kecamatan, kemungkinan masyarakat Rohil yang menganggur akan lebih sedikit. Fungsi balai pelatihan yang mengajarkan masyarakat untuk lincah dalam dunia usaha, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
H Bakhtiar juga mengusulkan generasi muda terlebih yang masih tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, tidak salah jika diajarkan keahlian dalam hal mekanik.
''Coba anak didik kita itu, diajarkan dalam mekanik. Seperti contoh dalam memperbaiki AC saja, semua kantor dan rumah pribadi pasti memiliki AC, ini kan menjadi peluang besar bagi kita,'' tambahnya.
Fungsi balai pelatihan terang H Bakhtiar lagi tidak hanya menjadi agenda tahunan bagi pemerintah saja, akan tetapi juga harus dilakukan dengan serius dan mempunyai hasil akhir yang baik. (dri)