TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Kondisi listrik di ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan, betul-betul kritis. Jika biasanya, pemadaman bergilir hanya setelah empat hari, sekarang pemadaman dilakukan setiap delapan jam,
Kondisi ini membuat Komisi III DPRD Inhilv memanggil Manager Rayon Tembilahan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Usai hearing, rombongan Komisi III melakukan sidak ke PLTD Parit 4 Tembilahan Hulu.
Dalam RDP yang juga dihadiri, perwakilan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta mahasiswa ini, Komisi III menyayangkan pemadaman bergilir yang dilakukan pihak PLTD. Padahal sebelumnya Komisi III sudah bertemu dengan GM Wilayah Riau. Saat itu Inhil dijanjikan akan mendapat pasokan tambahan listrik sebesar 2,8 Mega Watt.
Dikutip dari Goriau.com, Minggu (15/3), sebagaimana dilansir New Berita Harian, dalam sidak ke PLTD Parit 4 Tembilahan Hulu, Komisi III menemukan dari 15 unit mesin yang ada, hanya empat unit yang masih beroperasi.
Melihat kondisi itu, Komisi III memanggil tiga Vendor dari tiga Perusahaan yang menyewakan mesin kepada PLN, yaitu PT Bima Golden, Tiga Bintang dan Mega Power. Komisi III meminta kejelasan atas pemadaman bergilir yang sedang terjadi saat ini.
Kepada vendor pemilik mesin genset, anggota dewan meminta, perbaikan mesin untuk segera diselesaikan.
''Kita tidak mau ini terus berlanjut, karena dampaknya akan sangat merugikan masyarakat khususnya Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Saya minta Manager Area dan GM Wilayah untuk turun kemari agar permasalahan ini cepat teratasi,'' kata Ketua Komisi III, Iwan Taruna. (dri)