TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said berjanji akan melakukan pembahasan bersama Pemda setempat dan wartawan, dalam upaya meminimalisir terjadinya kesalahpahaman dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab masing-masing di lapangan.
Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar Inhil ini saat menerima aksi damai puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Inhil (AWI) terkait dengan perlakuan oknum Satpol PP yang menghalangi tugas peliputan wartawan pada kegiatan pelantikan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, pekan kemarin.
Dijelaskan Yusuf, aspirasi yang disampaikan rekan-rekan wartawan ini akan dibahas dan ditindaklanjuti secepatnya bersama Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Oleh karena itu, kalangan wartawan diminta untuk tidak lagi mencari siapa benar dan siapa salah, namun bagaimana mencari solusi agar ke depan persolan serupa tidak terjadi lagi.
''Tadikan sudah ada permintaan maaf dari Satpol PP. Jadi, nanti akan kami rencanakan bagaimana memfasilitasi pertemuan Satpol PP, Protokoler, Bagian Humas dan perwakilan wartawan untuk duduk bersama membahas supaya tidak terjadi konflik lagi di lapangan,'' ujar Yusuf, sebagaimana dilansir KapurNews.com.
Setelah itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman seluruh wartawan dan Kakan Satpol PP, TM Syaifullah beserta Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said sebagai komitmen agar tidak terjadi pengusiran wartawan lagi ke depannya. (dri)