Kadiskes: Air di Rohil Tak Layak Dikonsumsi

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Jumat, 31 Juli 2015 | 17:16 WIB

BAGANSIAPIAPI, RIAUSATU.COM-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dr HM Junaidi Saleh mengungkapkan, kandungan zat besi (FE) kadar air yang terdapat di kota Bagansiapiapi berada di atas normal.

Normalnya, kadar air yang layak pakai itu kandungan FE nya sebesar 0,3 PPM. Oleh sebab itu, air yang berasal dari sumur bor maupun Sumur timba yang ada di Bagan siapiapi tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung.

''Harus melalu penyaringan dulu sampai higenis, baru dikonsumsi airnya,'' terangnya saat ditemui awak media Kamis (30/7/2015) di kantornya.

Penyebab tingginya kandungan FE kadar air di Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) itu, jelas Junaidi, dikarenakan Kota Bagansiapiapi berpapasan langsung dengan pinggiran laut. Sehingga, rasa air menjadi sedikit agak asin dan berwarna keruh.

Untuk itu, lanjutnya, air sumur hanya bisa digunakan untuk mandi dan cuci saja. Sedangkan untuk dikonsumsi, masyarakat Bagansiapiapi selalu memanfaatkan air hujan untuk ditampung. Sementara, untuk air minum isi ulang yang ada di Bagansiapiapi, airnya berasal dari desa Tanah Merah.

''Untuk pengusaha air minum isi ulang saja, airnya mereka ambil dari Tanah Merah, kalau air Bagansiapiapi langsung, pengusaha bisa merugi karena harus terus mengganti penyaringnya,'' tandasnya. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB
X