nasional

Indonesia Siap Sambut Turis China, Menparekraf: Terbuka dan Penuh Kehati-hatian

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:39 WIB
Turis dari China. (f: int)

Mao Ning pun menuturkan lembaga-lembaga profesional, termasuk Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (ECDC), menyatakan bahwa tindakan pembatasan yang menargetkan wisatawan China tidak dapat dibenarkan.

Dia menambahkan bahwa seharusnya EU mendengarkan lebih banyak pendapat yang rasional dan melihat respons COVID-19 China secara adil dan objektif.

"China tidak segan-segan membagikan informasi dan data yang relevan terkait pengurutan virus pada kasus terkini COVID," ujar Mao Ning.

Dia mengatakan pihaknya juga memberikan referensi penting pada Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) dan lembaga riset kesehatan internasional lainnya.

Balasan China

Pemerintah China mengatakan telah menyiapkan tindakan balasan terhadap beberapa negara yang melakukan pembatasan terhadap pelaku perjalanan dari China.

"Menanggapi tindakan yang tidak masuk akal oleh negara lain, China akan mengambil tindakan yang sepadan berdasarkan prinsip timbal balik," kata Mao Ning.

Dia mengungkapkan bahwa respons Covid-19 yang diambil oleh negaranya dengan mencabut berbagai pembatasan telah didasarkan pada hasil studi secara ilmiah. Sehingga, mulai 8 Januari 2023, seluruh pelaku perjalanan internasional yang tiba di China sudah dibebaskan dari kewajiban karantina.

China hanya mewajibkan hasil negatif tes PCR yang dilakukan maksimal 48 jam sebelum keberangkatan. Mulai Minggu, 8 Januari 2023, warga China juga akan diizinkan untuk bepergian ke luar negeri.***

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB