“Saat ini institusi Polri sedang menjadi pusat perhatian di mata publik, akibat adanya pelbagai pelanggaran yang terjadi. Jangan sampai hanya karena proses rangkap jabatan oleh seorang petinggi polri, yakni Wakapolri semakin menurunkan citra dan marwah institusi. Mundur lah secara bijaksana” terangnya melalui keterangan tertulis
Mereka menyampaikan akan melanjutkan aksi unjuk rasa ke Kementerian BUMN. “Aksi ini bukan kali pertama dan terakhir kawan-kawan sekalian, setelah kita aksi (unras) di Mabes Polri ini kita lanjutkan ke BUMN. Kami akan melangsungkan jilid 2 pekan depan dengan tetap damai dan tertib, ” pungkas Ilham Pangumbara (Jumat, 07/10) di Jakarta
Adapun poin-poin tuntan yang mereka sampaikan sebagai berikut :
1. Mendesak, H. Erick Tohir, B.A., M.B.A. (Menteri BUMN) segera berhentikan KomJend Pol Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si dari jabatan wakil Komisaris Utama. Karena Rangkap jabatan bertentangan dengan UU No. 19 Th 2003 Pasal (33) yang berisi Anggota Komisaris dilarang memangku jabatan rangkap sebagai: a. anggota Direksi pada BUMN, badanusaha milik daerah, badan usaha milik swasta, dan jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan; dan/atau b. jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Meminta, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si (Kapolri) untuk menonaktifkan jabatan Wakapolri yang di emban oleh KomJend Pol Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si karena rangkap jabatan ini bertentangan dengan UU No 2 Tahun 2022 yang berbunyi “Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan diluar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian”
3. Mendorong, Komjend Pol Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si sebagai Perwira Tingi Polri (Pati Bintang 3) yang memiliki jiwa Ksatria dapat menentukan pilihan di salah satu jabatan demi menghindari conflict of interest (benturan kepentingan). Negara Indonesia masih banyak pekerja professional yang justru tidak di pekerjakan sesuai tupoksinya. Rangkap Jabatan ini dapat melahirkan ketidakadilan bagi rakyat Indonesia sebagai bangsa yang Demokratis. Terlebih PT Pindad (PT Perindustrian TNI Angkatan Darat) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri pertahanan (Produk Senajata, Amunisi dan Produk industri lainnya yang diketahui dimiliki oleh TNI AD). Sebagaimana, penjabaran dalam Pasal 28 Ayat (3) UU Kepolisain “Yang dimaksud dengan jabatan diluar kepolisian adalah jabatan yang tidak mempunyai sangkut paut dengan kepolisian atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri.”
4. Merekomendasikan, Erick Tohir selaku Menteri BUMN untuk dapat menjaga marwah serta komitmen dalam pengelolaan BUMN secara benar sebagaimana amanah Undang-undang dan tagline AKHLAK BUMN. Sebagai Insan BUMN yang ber- AKLHAK harus menegakkan Permen BUMN No. 11/MBU/07/2021. Dalam Peraturan Menteri tersebut jelas mengatur tentang pejabat untuk dilarang merangkap jabatan. Jabatan Wakil Komisaris Utama dan Wakil Kepala Polri sangat membutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan loyalitas dengan penuh waktu, Perusahaan BUMN dan Polri membutuhkan konsentrasi yang maksimal demi menjaga kestabilitasan keadamanan Negara, menjaga integritas dan profesionalitas Polri.
5. Mendukung, Polri untuk bekerja secara professional dalam menjalankan misi atau program Presisi, demi melayani masyarakat secara humanis tanpa kekerasan, mengayomi kepentingan publik hingga menjadi penegak hukum yang adil dan amanah. Mengingat Polri hari ini sedang mendapat perhatian penuh dari publik, akibat adanya berbagai dugaan-dugan yang harus dituntaskan oleh Polri. Hal ini semata-mata untuk mengembalikan citra dan marwah institusi Polri. ***