Kesiapan Indonesia untuk berkolaborasi dengan dunia global dalam mengartikulasikan dunia yang penuh harapan baru, disebut Puan, dapat ditunjukan dengan politik pembangunan nasional yang inklusif. Kemudian pembangunan yang mengutamakan kehadiran negara dalam melindungi rakyat secara ekonomi dan sosial, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Hal-hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur untuk kemajuan seluruh wilayah, program sosial yang komprehensif dan masif, stimulus ekonomi dalam program pemulihan ekonomi nasional, regulasi pajak karbon dan energi baru terbarukan; dan lain sebagainya,” urai Puan.
Puan pun meyakini pertemuan P20 akan mampu menghasilkan rumusan yang tepat dan dapat diimplementasikan (implementable) dalam mendukung kesepakatan G20. Khususnya dalam kerangka pemulihan global, pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, dan mengatasi berbagai tantangan global.
“Rumusan komitmen bersama adalah penting. Akan tetapi tindakan nyata, sekecil apapun, menjadi lebih penting bagi kita untuk semakin dekat dalam mencapai tujuan,” katanya.
“Coming together is a beginning, staying together is progress, and working together is success. Kata-kata ini untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa keberhasilan P20 apabila kita dapat mewujudkan kerja nyata bersama,” lanjut Puan mengutip kata-kata Henry Ford.
Ditegaskannya, sekarang adalah saatnya untuk segera bertindak tanpa menunda (without any delay). Puan menyebut, saat ini ini sejarah telah memberikan kesempatan kepada parlemen negara G20 dalam membangun tatanan dunia yang lebih baik.
“Inilah komitmen Parlemen negara G20, Stronger Parliament for Sustainable Recovery.
Kita gunakan kesempatan ini, untuk membangun dunia yang berwajah humanis, memiliki budaya cinta pada kemanusaiaan, cinta damai, dan cinta pada alam lingkungan hidup,” ujarnya.
“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya. Make a better place for you and for me and the entire human race. One earth for all,” tambah Puan.
Dalam pembukaan P20, Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco ikut memberi sambutan. Sementara itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan pesan melalui video.
Seluruh pimpinan parlemen negara G20 hadir dalam forum internasional bergengsi ini. Di antaranya Ketua Dewan Rakyat Inggris Sir Lindsay Harvey Hoyle, Chairman of Foreign Affairs Committee House of Representatives Amerika Serikat Gregory Meeks, Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia Valentina Matviyenko dan Ketua Parlemen Ukraina Olena Kondratiuk.
Kemudian ada juga Ketua Dewan Federal Nasional Uni Emirat Arab Saqr Ghobash, Ketua DPR Australia Milton Dick, Wakil Ketua Komite Tetap National People’s Congress Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Zhu Chen, serta Deputy Speaker of the National Assembly Korea Kim Young Joo.