nasional

Menteri PPN Akan Buka Seminar Nasional Literasi Pembangunan Sosial Ekonomi

Rabu, 21 Februari 2018 | 01:01 WIB

JAKARTA,RIAUSATU.COM-Perpustakaan Nasional diharapkan tidak saja dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tetapi juga dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi masyarakat.

Direktur Pendidikan Tinggi IPTEK dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amich Alhumami MA MEd PhD menyebutkan, untuk itulah, Bappenas dan Perpustakaan nasional mengadakan pengembangan program perpustakaan yang inklusi.

Jelang Seminar Literasi Nasional yang akan diselengarakan pada 27 Februari 2018,
lebih lanjut Amih menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari seminar nasional tersebut, bahwa literasi dapat memberikan cara berfikir baru bagi siapa saja, sehingga perlu ditumbuhkan terus-menerus agar sumber bacaan yang ada di perpustakaan di seluruh Indonesia sampai ke pelosok dapat menjadi tempat-tempat untuk pengembangan diri sekaligus ekonomi.

Dikatakan Amich, bahwa dalam hal ini literasi dimaknai melampui pengertian konvensionalnya, lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis semata. Literasi dimaknai sebagai bentuk kecerdasan kognitif, buah dari proses pendidikan yang panjang, termanifestasi pada kemampuan memahami, mercerna, dan menganalis suatu teks dan konsep, kemudian diterjemahkan ke tindakan praktis untuk mengatasi persoalan, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

"Perpustakaan, taman bacaan, dan pendidikan tinggi harus mulai mengubah paradigma literasi keberaksaraan ini menuju paradigma literasi yang memberdayakan masyarakat," pungkasnya.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, menyampaikan bahwa untuk mewujudkan literate society dan meningkatkan peran literasi untuk kesejahteraan, perpustakaan melakukan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan," ungkap Syarif.

Sementara itu, Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab, menambahkan bahwa pada dasarnya semua manusia cerdas dan kecerdasan diperoleh dengan membaca. Tidak hanya mencerdaskan, membaca juga membantu kita memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungan serta alam semesta.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI dan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi pada Selasa, 27 Februari 2018, di Ruang Djunaedi Hadisumarto (DH) 1-5, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.

Seminar Nasional ini akan dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas yakni Bambang PS Brodjonegoro, dan Kepala Perpustakaan Nasional RI yakni Muhammad Syarif Bando, dengan menghadirkan pembicara antara lain Najwa Shihab (Duta Baca Indonesia), Nirwan A Arsuka (Gerakan Pustaka Bergerak), Erlyn Sulistyaningsih (Direktur Program PerpuSeru-CCFI), dan Amich Alhumami (Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan, Bappenas) dan dipandu oleh Retno Pinasti.

Untuk membahas Tema Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi, para narasumber akan membawakan topik pembahasan antara lain Literasi sebagai Gerakan Kebudayaan, Dampak Sosial-Ekonomi Layanan Perpustakaan, Pelayanan Perpustakaan Digital dan Generasi Milenial, dan Meningkatkan Akses Literasi untuk Kesejahteraan.

Selain menghadirkan narasumber yang kompeten, Seminar Nasional juga akan dimeriahkan dengan pameran dari para pengusaha mikro dan kecil binaan perpustakaan daerah sebagai wujud peran literasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(rls/fat)

Terkini

Hore! Terbuka Peluang CPNS 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:21 WIB

Mau Melepas Status WNI? Segini Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:38 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB