nasional

BMKG: Sebagian Sumatera Diprediksi Alami Puncak Kemarau Juli

Kamis, 11 Juni 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi kemarau. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026.

Sejumlah wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) bagian selatan.

"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," papar Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BMKG, Rabu (10/6/2026), dilansir kompas.com.

Puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.

Pada Agustus 2026, puncak kemarau akan berlangsung di 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia.

Puncak musim kemarau diperkirakan melanda wilayah Sumatera bagian tengah, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Sementara pada September 2026, puncak musim kemarau diprediksi terjadi di 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah daratan nasional.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian kecil Pulau Jawa, sebagian besar NTT, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian wilayah Maluku, serta kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Selain itu, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dibandingkan periode normal.

Daerah yang diprediksi memasuki musim kemarau lebih cepat antara lain DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Banten, sebagian Jawa Tengah, sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagian kecil Jawa Timur, dan sebagian besar Bali. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian besar NTB dan NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian kecil Bengkulu, sebagian besar Kepulauan Bangka Belitung, serta wilayah utara Lampung.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

"Durasi musim kemarau tahun 2026 ini kita prediksi lebih panjang. Kondisi ini memerlukan penyesuaian ekstra mengingat adanya peluang El Nino," kata Ardhasena.

Menurut Ardhasena, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh elemen masyarakat.

Langkah antisipasi diperlukan untuk menjaga ketersediaan air, melindungi kesehatan masyarakat, serta memastikan berbagai sektor yang berpotensi terdampak tetap dapat beroperasi dengan baik selama periode kemarau.

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB