nasional

Tanam Sawit di Kawasan Hutan, First Resources Bayar US$5,6 Juta

Senin, 2 Maret 2026 | 19:45 WIB
Ilustrasi logo First Resources. (f: internet)

Sejumlah lahan hasil penertiban dialihkan pengelolaannya kepada badan usaha milik negara, termasuk Agrinas Palma Nusantara, yang kini ditugaskan mengelola sebagian area tersebut.

BERITA SEBELUMNYA:

https://www.riausatu.com/hukum/42916069224/kejayaan-dan-bayang-kasus-pajak-lika-liku-bisnis-martias-fangiono

Potensi Kewajiban Tambahan

First Resources mengungkapkan masih terdapat potensi kewajiban tambahan atas area yang telah diidentifikasi oleh satgas namun belum diselesaikan.

Perseroan menyatakan belum dapat memperkirakan nilai kewajiban lanjutan yang mungkin timbul.

Bagi pelaku industri, dinamika ini menunjukkan meningkatnya risiko regulasi di sektor perkebunan berbasis lahan.

Perubahan tata ruang dan kebijakan kehutanan dapat berdampak langsung terhadap struktur biaya dan kepastian usaha.

BERITA TERKAIT LAINNYA:

https://www.riausatu.com/hukum/42915865366/perusahaan-ciliandra-fangiono-terseret-kasus-korupsi-bpdpks-rp57-triliun

Produksi Tetap Meningkat

Di tengah tekanan regulasi, kinerja operasional First Resources tercatat tetap tumbuh.

Sepanjang 2025, perusahaan membukukan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 1,3 juta ton, naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi inti sawit (palm kernel) juga meningkat 32 persen menjadi 289.999 ton.

Indonesia sendiri masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan luas perkebunan mencapai sekitar 16,8 juta hektare.

Halaman:

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB