nasional

Menuju Mandiri Alutsista, DPR Tekankan TKDN dan Alih Teknologi Nyata

Kamis, 12 Februari 2026 | 13:23 WIB
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI. (f: istimewa)

Sementara itu, PT Republik Defensindo mengembangkan kendaraan militer khusus serta terlibat dalam pembangunan fasilitas produksi amunisi kaliber 9×19 mm bersama BUMN pertahanan.

Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, menambahkan bahwa tren anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penguatan modernisasi alutsista.

Skema pembiayaan seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN strategis telah menjadi instrumen pendukung.

“Ke depan, pembiayaan tidak hanya untuk membeli produk jadi, tetapi memperbesar kapasitas produksi nasional dan investasi teknologi,” ujar Oleh.

Ia menyebut Indonesia telah mampu memproduksi sejumlah alutsista tertentu, seperti kendaraan taktis, amunisi, kapal patroli, serta layanan perawatan dan overhaul (maintenance, repair, and overhaul/MRO).

Namun, untuk radar canggih, jet tempur generasi terbaru, dan sistem pertahanan udara jarak jauh, Indonesia masih memerlukan kolaborasi internasional.

Di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian rantai pasok internasional, isu kemandirian alutsista dinilai semakin relevan.

Ketergantungan terhadap impor tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berimplikasi pada posisi tawar strategis Indonesia.

Karena itu, penguatan TKDN, alih teknologi yang nyata, serta investasi jangka panjang di sektor riset menjadi fondasi penting agar industri pertahanan nasional mampu berdiri lebih kokoh dan berdaya saing. ***

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB