Jadi Momok Baru Dunia karena Hantavirus Merebak, Pakar Unair Ingatkan Gejala dan Pola Penularan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:39 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Hantavirus jadi momok baru dunia setelah merebak di kapal pesiar MV Hondius pada awal April 2026 saat tengah berlayar di Afrika Barat.

WHO melaporkan tiga penumpang meninggal dunia dan lainnya mengalami gejala sehingga perlu melakukan tindakan isolasi.

Kondisi ini mengingatkan banyak orang pada situasi pandemi Covid-19 yang penularannya begitu tinggi hingga menyebabkan kematian.

Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani S.Si., M.Si., PhD, mengatakan hantavirus umumnya tidak muncul secara tiba-tiba di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Ia menilai kemungkinan paparan awal virus ini terjadi sebelum perjalanan atau saat individu berada di wilayah dengan reservoir (tempat hidup dan berkembang biak) hewan pengerat.

“Masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung beberapa minggu. Sehingga kasus baru dapat muncul ketika individu sudah berpindah lokasi,” jelas Laura, dikutip dari situs Unair, Sabtu (9/5/2026), dilansir kompas.com.

Lebih lanjut, mobilitas lintas negara dalam perjalanan laut berpotensi memperluas penyebaran kasus dan tak mengetahui lokasi infeksi awal.

Laura berujar, faktor lingkungan seperti perubahan iklim dan pergeseran habitat hewan juga ikut memengaruhi penyakit menyebar.

“Aktivitas manusia di wilayah baru dan meningkatnya ekowisata memperbesar peluang kontak dengan sumber zoonosis yang sebelumnya terbatas di habitat tertentu,” ujarnya.

Hantavirus menular lewat paparan partikel yang berasal dari urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Penularan tidak selalu dengan kontak langsung, inhalasi partikel yang terkontaminasi pun dapat ikut menularkannya.

Maka aktivitas di lingkungan dengan populasi hewan pengerat tinggi berisiko meningkatkan infeksi.

Sebagian besar hantavirus tidak menunjukkan proses berjangkit antarmanusia. Namun, beberapa strain tertentu seperti Andes virus punya kemampuan terbatas untuk menular ke sesama manusia.

Menurut Laura, investigasi epidemiologi dan analisis genomik menjadi langkah penting untuk memastikan pola penularan vius ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Tenang! Menkes Pastikan Harga Obat BPJS Tak Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:08 WIB
X