Menkes Minta Masyarakat Hati-Hati dan Tak Panik dengan Kemunculan Super Flu: Tidak Seperti Covid-19 Varian Delta

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 7 Januari 2026 | 16:23 WIB
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (f: kompas.com)
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik, namun tetap berhati-hati dengan kemunculan influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu", yang merupakan flu biasa.

"Pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi tidak usah panik," kata Budi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026), dilansir kompas.com.

Budi meminta masyarakat tidak panik karena super flu tidak mematikan seperti Covid-19 varian Delta.

Menurut dia, super flu sama seperti flu biasa. "Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan," kata Menkes RI.

Selama masyarakat memiliki imunitas tubuh yang bagus, tentu akan cepat sembuh jika terkena super flu. "Kalau imunitas, sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraga cukup, insya Allah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh," paparnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat rajin mencuci tangan dan memakai masker guna mencegah penularan super flu.

"Nah, kalau ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, ya kita untuk precautions kita pakai masker lah, pakai masker dan rajin cuci tangan," ucap Budi.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," kata Prima dalam siaran pers, Senin (5/1/2026)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X