2 Siklon Tropis Berpotensi Bertemu di Utara Kalimantan, Apa yang akan Terjadi?

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 28 November 2025 | 19:23 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini tengah memantau perkembangan siklon tropis yang berada di dekat perairan Indonesia.

Belakangan ini, Indonesia telah merasakan dampak dari siklon tropis Senyar. Sistem itu kini telah berstatus Ex-Siklon Tropis Senyar karena intensitasnya telah menurun.

Meskipun demikian, seperti dilansir kompas.com, potensi interaksi dengan Siklon Tropis KOTO tetap menjadi perhatian.

Dengan adanya sistem yang berkembang di utara perairan Indonesia, BMKG terus melakukan pengamatan terkait kemungkinan pertemuan kedua sistem tersebut.

Lantas, apa yang sebenarnya akan terjadi jika dua siklon tropis bertemu?

Direktur Meteorologi Publik Andri Ramdhani menjelaskan, Siklon Tropis Senyar sedang menjadi perhatian sebab dikhawatirkan akan berinteraksi dengan sistem lainnya. 

Adapun yang menjadi perhatian BMKG adalah pertemuan Siklon Tropis Senyar dan Koto di sebelah utara pulau Kalimantan

"Sekarang Siklon Tropis Senyar silaturahmi ke Singapore dan Malaysia, dikhawatirkan akan menemui sodaranya Siklon Tropis Koto di atas Kalimantan," jelas Andri kepada Kompas.com, Jumat (28/11/2025). 

Interaksi antara kedua sistem tersebut dapat memicu kondisi bernama Efek Fujiwhara. Kondisi ini dapat memicu peningkatan curah hujan disertai dengan gelombang tinggi. 

"Jika bergabung akan lebih dahsyat memicu efek Fujiwhara: peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi," sambungnya. 

Sembari terus memonitor pergerakan Siklon Tropis Senyar, diharapkan pertemuan agar tidak terjadi dan menimbulkan efek yang lebih besar. 

"Iya itu baru potensi, jika Low Pressure Area EX TC Senyar menguat kembali, semoga tidak terjadi, terus kita monitor," ujarnya. 

"Iya, kita terus monitor arah pergerakan dan perkembangan LPA (Low Pressure Area) Ex TC Senyar, apabila menguat kembali di Laut China Selatan dan bertemu dgn TC Koto maka akan terjadi fenomena yang dinamakan Fujiwhara Effect," tambah Andri.

Kemudian, Andri menekankan bahwa efek Fujiwhara masih belum terjadi dan masih dalam pengamatan. 

"Tapi ini masih belum terjadi ya, kita terus memonitor," sambungnya

Lebih lanjut, Andri memaparkan bahwa Efek Fujiwhara merupakan kondisi ketika dua siklon tropis berada dalam jarak yang cukup dekat.  Apabila kedua siklon tropis berinteraksi, maka akan membawa pengaruh pada pergerakan masing-masing.

Namun, kondisi cuaca yang dihasilkan akibat interaksi itu tergantung dengan ukuran sistem masing-masing. 

"Efek Fujiwhara adalah fenomena ketika dua siklon tropis berada dalam jarak yang cukup dekat sekitar 550 hingga 1.400 kilometer, bergantung pada ukuran masing-masing sistem, sehingga mulai saling berinteraksi dan memengaruhi pergerakan satu sama lain," paparnya. 

Jika sudah berinteraksi, siklon yang lebih lemah akan ditarik sistem yang lebih kuat. Sementara siklon dengan kekuatan sama akan saling mendekat dan berpotensi bergabung. 

"Dalam kondisi ini, kedua siklon cenderung bergerak secara siklonik akibat interaksi tersebut. Siklon yang lebih lemah dapat tertarik menuju yang lebih kuat, sementara dua siklon dengan intensitas sebanding dapat saling mendekat hingga berpotensi bergabung," jelas Andri. 

Menurut pengamatan BMKG, jika kedua siklon yakni Senyar dan Koto bergabung maka Efek Fujiwhara bergerak menjauh dari wilayah Indonesia.

Namun karena sifatnya yang dinamis, BMKG terus mengamati pergerakan sistem ini. 

"Jika Ex TC Senyar dan Koto bergabung sepertinya akan jauh dari wilayah Indonesia. Tetap kita monitor, karena sangat dinamis," kata Andri. 

Meskipun demikian, Andri mengimbau masyarakat agar tidak panik karena penjelasannya mengenai pertemuan dua siklon ini berdasarkan ilmu pengetahuan saja. 

"Mohon jangan membuat panik ya, itu hanya sebatas pengetahuan saja," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X