Waduh! Ribuan Pengguna WhatsApp Diserang Perusahaan Israel

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:36 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Facebook menggugat secara hukum perusahaan keamanan siber asal Israel, NSO Group, terkait serangan yang menimpa WhatsApp beberapa waktu silam. Serangan itu menyasar ribuan pengguna WhatsApp.

Dikutip detikINET dari CNBC, Facebook menuding NSO Group memanfaatkan server WhatsApp untuk menyebar malware ke 1.400 ponsel untuk memata-matai aktivis, jurnalis, pejabat pemerintah dan pihak lain, kemungkinan sesuai pesanan klien.

Menurut Facebook, malware itu tidak dapat menembus enkripsi atau penyandian WhatsApp, namun menginfeksi ponsel korban, sehingga NSO bisa mengakses pesan yang dipecah sandinya di perangkat penerima. Selain NSO Group, perusahaan afiliasi Q Cyber juga kena gugat.

Baca juga: Update Terbaru WhatsApp yang Receh Tapi Bermanfaat

WhatsApp beberapa waktu silam telah mengkofirmasi adanya kelemahan itu yang membuat pihak lain dapat mengakses pesan. NSO diketahui memakai software Pegasus tidak hanya untuk mengakses pesan yang dikirim via WhatsApp, tapi juga platform lain semacam iMessage, Skype sampai Telegram.

Menurut Facebook, pegawai NSO Group membuat akun WhatsApp untuk mengirimkan 'komponen malware' pada perangkat yang diincar, termasuk melakukan panggilan untuk menanamkan kode jahat secara diam-diam.

NSO kemudian dapat mengambil alih smartphone dari target yang disasar dengan komputer yang mereka kendalikan. WhatsApp menyatakan sudah mengubungi 1.400 user yang kemungkinan terdampak dari serangan ini.

Facebook meminta pengadilan untuk memblokir setiap upaya NSO untuk mengakses sistem WhatsApp maupun Facebook. Pasalnya, aksi semacam itu melanggar privasi dan kemerdekaan individu.

"Harus ada hukum kuat terhadap senjata siber semacam ini untuk memastikan ia tidak digunakan untuk melanggar hak individu dan kemerdekaan orang," sebut WhatsApp. (dri)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Rekomendasi

Terkini

Resmi Diperkenalkan, BBM Bobibos Karya Anak Bangsa

Sabtu, 8 November 2025 | 20:32 WIB

Ini Kata Pakar Soal Dampak Etanol pada BBM

Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:46 WIB

TikTok Buka Suara Setelah Izinnya Dibekukan Komdigi

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:05 WIB
X