iptek

Konversi Motor Listrik Baru Memenuhi 1% Kebutuhan Nasional, EV-GO Siapkan Percepatan

Kamis, 4 Juni 2026 | 14:32 WIB
Konversi motor listrik baru memenuhi 1% kebutuhan nasional,. (f: Ist)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Percepatan konversi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

Di tengah target elektrifikasi transportasi nasional, program EV-GO yang digagas oleh President EV-READY, Raine Renaldi, bersama ekosistem EV-READY Group hadir sebagai upaya mempercepat konversi sepeda motor listrik melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.

Program yang menjadikan Bali sebagai proyek percontohan (pilot project) nasional ini sebelumnya mendapat sambutan positif dari Gubernur Bali, Wayan Koster, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali.

Dukungan tersebut terlihat melalui sejumlah publikasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram @evready.global dan @disnakeresdm.

Menurut Raine Renaldi, program konversi jutaan kendaraan bermotor di Indonesia tidak dapat dijalankan hanya oleh satu atau dua pihak.

Diperlukan keterlibatan seluruh elemen industri dan masyarakat agar percepatan elektrifikasi kendaraan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Program konversi jutaan motor menjadi motor listrik tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja. Ada lima tingkatan penting yang harus terlibat, yakni produsen atau manufaktur, distributor pemegang merek, fasilitas atau bengkel konversi dengan kapasitas industri, infrastruktur publik seperti stasiun penukaran baterai, serta masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik,” ujar Raine Renaldi. Rabu (3/5/2026) di Bandung.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini tidak hanya terletak pada teknologi kendaraan listrik, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pendukung secara menyeluruh.

“Fasilitas dan infrastruktur yang tersedia saat ini diperkirakan baru mampu memenuhi kurang dari 1 persen kebutuhan untuk mengkonversi lebih dari 120 juta sepeda motor yang beroperasi di Indonesia. Karena itu, program EV-GO dibentuk untuk mempersiapkan dan mengakselerasi konversi motor listrik nasional,” katanya.

Program EV-GO mengusung konsep percepatan konversi kendaraan roda dua berbasis mesin pembakaran internal menjadi kendaraan listrik melalui pendekatan industri dan ekosistem yang terintegrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga mendorong pembangunan jaringan bengkel konversi berskala besar, pengembangan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur energi pendukung.

Langkah tersebut dinilai relevan mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar kendaraan roda dua terbesar di dunia.

Berdasarkan data industri otomotif nasional, jumlah sepeda motor di Indonesia telah melampaui 120 juta unit dan terus bertambah setiap tahunnya.

Pada tahap awal implementasi di Bali, EV-GO telah melakukan sejumlah presentasi teknologi dan penjajakan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Halaman:

Tags

Terkini

Resmi Diperkenalkan, BBM Bobibos Karya Anak Bangsa

Sabtu, 8 November 2025 | 20:32 WIB

Ini Kata Pakar Soal Dampak Etanol pada BBM

Rabu, 8 Oktober 2025 | 09:46 WIB

TikTok Buka Suara Setelah Izinnya Dibekukan Komdigi

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:05 WIB