JAKARTA, RIAUSATU.COM - Ancaman terhadap kesehatan umat manusia semakin beragam dan kompleks. Belum tuntas Covid-19, sejumlah ancaman baru pun mulai mengintai.
Terbaru, ilmuwan AS telah menemukan virus baru pada kelelawar yang bisa menjadi kabar buruk bagi manusia. Virus baru, yang disebut Khosta-2, itu tidak hanya menginfeksi sel manusia, tetapi juga resisten terhadap vaksin saat ini.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Pathogens mengatakan bahwa virus tersebut kebal terhadap antibodi orang yang divaksinasi terhadap SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
Virus ini pertama kali ditemukan pada kelelawar di Rusia tahun 2020. Namun para ilmuwan tidak berpikir bahwa virus tersebut merupakan ancaman bagi manusia.
Setelah banyak penelitian hati-hati yang dilakukan oleh para ilmuwan, mereka menemukan bahwa virus dapat menginfeksi sel manusia dan dapat menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Sarbecovirus yang termasuk dalam Khosta-2 dan SARS-CoV-2 adalah subkelompok dari coronavirus.
Menurut sebuah laporan di majalah Time, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com, virus terkait yang juga ditemukan pada kelelawar Rusia, Khosta-1, tidak dapat memasuki sel manusia dengan mudah, tetapi Khosta-2 bisa.
Khosta-2 menempel pada protein yang sama, ACE2 yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menembus sel manusia.
Seorang peneliti mengatakan bahwa reseptor pada sel manusia adalah cara virus masuk ke dalam sel.
Jika virus tidak dapat masuk ke dalam pintu, maka virus tersebut tidak dapat masuk ke dalam sel, dan sulit untuk membuat jenis infeksi apa pun.
Virus baru dapat berdampak pada sel manusia dengan mudah.
Michael Letko, seorang penulis penelitian mengatakan bahwa orang yang divaksinasi terhadap Covid-19 tidak dapat menetralisir virus, dan orang yang telah pulih dari infeksi Omicron juga tidak dapat.***