Mahasiswa kemudian siap bekerja secara penuh pada awal tahun fiskal berikutnya, yakni bulan April.
Universitas di Jepang berperan aktif dalam mendukung mahasiswa melalui career center dan kegiatan informasi lowongan kerja.
Kampus sering menyelenggarakan seminar, pelatihan persiapan wawancara, atau sesi konsultasi individual agar mahasiswa siap menghadapi proses seleksi perusahaan.
Hal ini berbeda dengan banyak negara lain di mana mahasiswa sering memulai pencarian kerja setelah lulus. Di Jepang, fokus pada perekrutan masa depan sejak dini dimaksudkan membantu mahasiswa mendapatkan pekerjaan sebelum kelulusan, mengurangi periode transisi tanpa bekerja pasca-studi.
Bagi mahasiswa internasional, Shūshoku Katsudō menawarkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan tetap di Jepang, sekaligus pengalaman kerja profesional di negara lain.
Namun, persaingan dengan mahasiswa lokal cukup ketat, karena sistem perekrutan Jepang berlaku sama bagi pelamar lokal maupun asing.
Untuk mendukung mahasiswa internasional, pemerintah dan lembaga terkait menyediakan informasi lowongan, job fair khusus, serta dukungan dalam bahasa asing melalui Employment Service Center for Foreigners.***