Buntut Kasus Jari Kelingking Bayi Digunting, Oknum Perawat Ini Dinon-aktifkan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 6 Februari 2023 | 11:58 WIB
 Ilustrasi pasien bayi. (f: int)
Ilustrasi pasien bayi. (f: int)

PALEMBANG, RIAUSATU.COM - Oknum perawat berinisial DN dinonaktifkan setelah diduga menggunting jari kelingking tangan kiri bayi berusia 8 bulan hingga nyaris putus saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang, Sumatra Selatan.

Menurut wakil direktur RS tersebut, tindakan itu adalah bentuk kelalaian perawat dalam bertugas. Manajemen RS sudah melakukan konfirmasi pada oknum perawat tersebut untuk nanti ditindaklanjuti Komite Medic.

"Keputusan penonaktifan sementara oknum perawat itu dari tugasnya di rumah sakit ini sebagai langkah tegas manajemen," ucap Wakil Direktur Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan SDM Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Muksin.

Muksin menegaskan, pihak RS siap bertanggung jawab penuh atas kesembuhan luka pada bayi perempuan tersebut.

"Tim dokter rumah sakit sudah menyelesaikan tindakan operasi terhadap korban dan saat ini menjalani perawatan intensif di ruang VIP RS Muhammadiyah," tuturnya, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Orangtua sang bayi, Suparman (38) sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Palembang Kombes Pol Haris Dinzah, laporan tersebut sudah diterima dan tengah dalam proses penyelidikan.

Update terbaru, keluarga korban meminta bantuan kepada pengacara kondang Hotman Paris untuk menangani kasus ini dan mencari keadilan.

"Saya keluarga si bayi korban yang jari kelingkingnya putus oleh perawat. Saya mohon bantuannya untuk menghubungkan agar Bapak Hotman Paris bisa membantu adik sepupu saya biar ada keadilan di sini," tulis keluarga korban dalam sebuah pesan Instagram yang diunggah Hotman Paris.

Sampai dengan berita ini ditulis, unggahan tangkapan layar pesan tersebut sudah mendapat atensi sebanyak 16.926 likes dan dikomentari oleh 1.141 pengguna Instagram.

"Kalau Bang Hotman sudah maju, pihak RS+perawat udah mulai ketar-ketir," komentar @dec***.

"Sehat-sehat Bang Hotman salam dari Medan mulia sekali hatimu," tulis @ari***.

"Makasih Pak Hotman sudah banyak bantu orang yang diperlakukan tak adil," tulis @vew***.


"Langsung ketar-ketir perawatnya. Jangan kasih kendor bang," komentar @va.***.

"Naaahh kan seru kalau sudah abang yang turun tangan. Tadinya si pihak perawat minta secara kekeluargaan, harus diberi pelajaran," kata @die***.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X