Diduga Dianiaya Ustaz, Seorang Santri Mengalami Patah Tulang di Pergelangan Tangan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 22 Januari 2023 | 14:59 WIB
  Ilustrasi penganiayaan. (f: int)
Ilustrasi penganiayaan. (f: int)

TRANGGALEK, RIAUSATU.COM - Diduga akibat dianiaya oleh seorang ustadz, salah satu santri di Trenggalek, Jawa Timur, mengalami patah tulang di bagian pergelangan tangannya akibat penganiayaan tersebut.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Agus Salim, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di salah satu pondok pesantren di Trenggalek pada 20 Januari 2023, sore. Peristiwa tersebut pun kini tengah menjadi perhatian, pasalnya, pelaku dan korban diketahui masih di bawah umur.

Adapun, pelaku yang diinisialkan MDP masih berusia 17 tahun, sementara itu, kedua korban yang merupakan santri masing-masing berinisial GD, berusia 14 tahun dan LM, berusia 15 tahun. Sebagai informasi, pelaku merupakan seorang ustaz muda yang tengah menjalani masa pengabdian sebagai guru ngaji di Kabupaten Trenggalek.

Diketahui, kini kasus tersebut pun tengah ditangani oleh Polres Trenggalek. Menurut keterangan dari Agus Salim, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Pihak kepolisian pun telah melakukan gelar perkara dan menetapkan MDP sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut.

"Kami sudah periksa saksi, korban juga terlapor. Dan setelah dilakukan gelar perkara tadi siang, hasilnya saudara MDP kami tetapkan sebagai tersangka," kata Agus Salim, dikutip pada Minggu, 22 Januari 2023.

Oleh karena perbuatannya, MDP terancam dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Agus Salim mengatakan bahwa pihaknya akan memproses kasus tersebut hingga mendapatkan putusan pengadilan.

Sebagai informasi, peristiwa penganiayaan tersebut dilaporkan oleh wali dari salah satu santri yang menjadi korban penganiayaan. Wali dari salah satu korban, Purwanto itu pun mengatakan bahwa dirinya melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib lantaran tak terima anaknya yang ia ‘titipkan’ di tempat tersebut untuk menjalani program pendidikan agama justru menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru ngajinya sendiri.

"Saya baru tahu setelah mendapat kabar dari wali santri lain yang mengatakan anak saya masuk IGD. Ternyata mengalami penganiayaan oleh ustaznya sendiri," ujar Purwanto.

Purwanto pun berharap agar pelaku penganiayaan tersebut dapat diproses secara hukum. Ia pun tidak ingin kasus penganiayaan serupa kembali terjadi.

"Kami tidak ingin kasus serupa terjadi pada santri yang lain," ucapnya seperti dilaporkan Antara, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Sebagai informasi, saat ini, kondisi kesehatan salah satu korban berinisial GD telah dilakukan tindakan operasi. Menurut keterangan humas RSUD dr Soedomo Trenggalek Sujiono, diketahui bahwa GD mengalami patah tulang tertutup pada bagian pergelangan tangan kiri.

"Untuk kondisinya sadar, ini tadi baru saja dilakukan tindakan operasi di bedah sentral dalam rangka mengembalikan fungsi dari tangan tersebut. Alhamdulillah berjalan lancar," tuturnya.

Sementara itu, korban lainnya berinisial LM dikabarkan sempat mengalami nyeri pinggang. Namun kini, ia hanya menjalani rawat jalan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X