Kapolda Riau: Tugas Pertama yang Paling Berat Kebakaran Hutan

photo author
Administrator, Riau Satu
- Jumat, 8 September 2017 | 18:23 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Brigjen Pol Drs Nandang yang telah resmi menjabat Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Jumat pagi (8/9/2017) menghadiri upacara Farewell and Welcome Kapolda Riau, bertempat di halaman SPN, jalan Pattimura, Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Nandang menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, ia membutuhkan dukungan dari seluruh fungsi dengan bersinergi.

"Kenapa saya butuhkan dukungan dari seluruh fungsi? Karena kita dihadapkan dengan tantangan tugas," kata Brigjen Pol Nandang.

Brigjen Pol Nandang juga menuturkan bahwa tugas pertama yang paling berat di Provinsi Riau ini adalah kebakaran hutan.

"Kebakaran itu biasa adalah hukum alam. Tapi yang terjadi hutan dibakar. Oleh karena itu, saya melihat apa yang dilakukan oleh bapak Kapolda yang lama bapak Irjen Pol Drs Zulkarnain, spot api di Riau ini turun drastis daripada periode satu tahun sebelumnya," tuturnya.

Tentunya, ia berharap, jangan ada lagi kebakaran hutan.

"Karena kebakaran hutan berdampak sangat besar terhadap kredibilitas negara dan tingkat kesejahteraan masyarakat termasuk didalamnya adalah kesehatan. Karena asap bisa menimbulkan ISPA, asap bisa menimbulkan kemiskinan dan berbagai dampak serta penilaian negatif ketidakberdayaan bangsa ini oleh negara-negara tetangga khususnya Malaysia dan Singapura," kata Brigjen Pol Nandang.

Selain kebakaran hutan, Brigjen Pol Nandang juga akan melakukan langkah tegas hukum terkait narkoba.

"Kita ini merupakan pintu gerbang masuknya barang-barang yang ilegal terutama adalah narkoba. Kita ketahui bersama, di Malaysia sekian gram dihukum gantung. Tetapi barangnya yang masuk melalui Malaysia ke tempat kita berkilo-kilo. Oleh karena itu, perairan kita harus dijaga dengan ketat supaya jangan sampai para pelaku penyelundup narkotika masuk ke tempat kita," sebutnya.

"Dan yang lebih penting lagi, saya tidak berharap anggota kita bagian dari itu. Maka kalau itu yang terjadi, seperti yang dilaksanakan oleh pejabat yang lama tidak ada kata maaf untuk para pengedar termasuk pemakai," tegasnya.

Ia berharap satukan tekad serta niat untuk memberantas narkoba yang ada di Provinsi Riau.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X