Kota Makkah Serasa di Indonesia

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 27 Juni 2022 | 11:31 WIB
Seorang JCH asal Riau, Syarifuddin Zuhri, membaur dengan JCH asal negara lain. (f: istimewa)
Seorang JCH asal Riau, Syarifuddin Zuhri, membaur dengan JCH asal negara lain. (f: istimewa)

Laporan Haji PHD Riau, Erisman Yahya:

TIDAKLAH berlebihan bila di musim haji, Kota Makkah Al-Mukarramah, khususnya kawasan Ka'bah, serasa seperti di Indonesia.

Ini tidak saja karena setiap tahun kuota haji terbesar selalu diberikan kepada Indonesia.

Sehingga jemaah calon haji (JCH) terbanyak, tentulah berasal dari Indonesia.

Lebih dari itu, orang-orang Arab pun sepertinya sudah sangat familiar dengan orang Indonesia.

Bahkan, tidak jarang orang Arab lancar berbahasa Indonesia.

Begitu mendarat di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, misalnya, kita akan berurusan dengan petugas bandara yang terkadang sepatah dua kata sengaja menggunakan bahasa Indonesia.

Mulai dari "selamat datang", "terima kasih" atau ucapan lainnya.

Suasana Indonesia semakin terasa manakala kita berkunjung ke Ka'bah. Terutama di musim haji ini.

Hampir setiap sudut, kemana pun kita melangkah di areal Ka'bah, akan selalu bertemu dengan orang Indonesia.

Bahkan, beberapa pedagang Arab yang sengaja menjajakan dagangannya di beberapa tempat di sepanjang jalan antara terminal bus JCH dan Ka'bah, ada saja yang berteriak, "Tiga dua ratus ribu rupiah. Ayo dibeli-dibeli," ucapnya sembari menarik perhatian pembeli.

Mendengar itu, seorang teman pun menimpali, "Kok kayak di Tanah Abang, ya," katanya sambil terkekeh.

Tapi nyatanya, para pembeli memang banyak berasal dari orang Indonesia.

Mungkin karena orang Indonesia memang suka berbelanja. Atau bisa juga untuk bekal oleh-oleh pulang naik haji.

Seperti diberitakan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan kuota haji sebanyak 1 juta jemaah untuk tahun 2022 ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X