Pria Ini Bersama Istri Bisa Naik Haji dari Hasil Memulung Barang Bekas, Awalnya Menabung Rp1.000/Hari

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 12 Mei 2025 | 10:08 WIB
Legiman (66) dan istrinya, calon haji 2025 yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 35 Embarkasi Solo (SOC 35).(f: kompas.com)
Legiman (66) dan istrinya, calon haji 2025 yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 35 Embarkasi Solo (SOC 35).(f: kompas.com)

SEMARANG, RIAUSATU.COM - Salah satu calon haji 2025 dari Glagah Ombo, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Legiman (66) mempunyai kisah perjuangan bagaimana dia bisa naik haji bersama istrinya.

Legiman dan istrinya adalah calon haji 2025 yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 35 Embarkasi Solo (SOC 35). Keduanya telah diterbangkan ke Arab Saudi pada Minggu (11/5/2025).

Dikutip dari Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (9/5/2025), seperti dilansir kompas.com, uang untuk naik haji tersebut berasal dari usaha Legiman memulung barang bekas.

Legiman yang kini mempunyai tiga anak, tiga cucu, dan satu buyut itu awalnya menabung Rp 1.000 setiap hari untuk bisa naik haji. “Saya mulai nabung sejak 1986, senilai Rp 1.000 per hari,” katanya.

Pada kala itu, Legiman bekerja di Dinas Pekerjaaan Umum yang hanya memperoleh gaji Rp 18.000 per bulan. Baca berita tanpa iklan.

Menyadari Rp 1.000 belum cukup untuk mencapai tujuannya itu, Legiman pun mencari uang tambahan dengan memulung barang bekas. “Botol plastik, kardus, apa saja saya kumpulkan,” ungkapnya.

Dari memulung barang bekas tersebut, dia bisa mendapat uang tambahan Rp 20.000-Rp 40.000 dan langsung ditabung ke bank. Tahun 2012 menjadi titik balik dalam perjuangannya bisa naik haji.

Saat mengecek saldo, ternyata tabungannya sudah mencapai Rp 54 juta. Jumlah tersebut cukup untuk biaya mendaftar haji dua orang. Sehingga Legiman meminta izin kepada anak-anaknya untuk mendaftar bersama istrinya. “Anak-anak mendukung. Besoknya langsung saya urus semua persyaratan,” ujar dia.

Dia sempat mengira bahwa biaya tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan haji nantinya. Tapi, ternyata tidak.  Ligaman pun tak patah semangat. Ia terus melanjutkan rutinitas menabung dan mengumpulkan barang bekas untuk menutupi kekurangan biaya itu.

Dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, ia diberi tahu bahwa estimasi keberangkatannya adalah tahun 2026. Tapi beberapa bulan lalu saat mengecek ulang, Legiman mendapatkan kabar bahwa dia akan diberangkatkan tahun 2025.“Saya langsung sujud syukur. Enggak nyangka secepat ini. Rasanya kayak mimpi,” ucap dia.

Bersama doa keluarga yang mengiringi, kini Legiman dan istri membuktikan bahwa ibadah haji bisa ditunaikan oleh semua kalangan masyarakat.

Dengan niat tulus, kesabaran luar biasa, dan kerja keras yang tidak mengenal lelah, sepasang suami istri tersebut telah menjadi salah satu tamu Allah. “Yang penting yakin, jangan menyerah. Allah pasti buka jalan,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X