Sasaran serangan meliputi fasilitas pengawasan pesisir, sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, hingga kemampuan maritim Iran.
Serangan itu menjadi operasi militer malam keenam secara berturut-turut.
"Atas arahan Commander in Chief, CENTCOM terus melemahkan kemampuan militer Iran dan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan-serangan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial," demikian pernyataan militer AS.
Memburuknya situasi juga menyebabkan gencatan senjata yang sebelumnya nyaris tercapai kembali runtuh.
Kondisi tersebut menghambat lalu lintas kapal di Selat Hormuz sehingga meningkatkan tekanan terhadap harga minyak karena pasokan dari kawasan Timur Tengah kembali menyusut.
Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran dilaporkan masih menunggu lampu hijau dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk menutup Selat Bab el-Mandeb.
Apabila jalur tersebut benar-benar ditutup, ekspor minyak melalui Laut Merah berpotensi ikut terganggu sehingga menambah risiko terhadap pasokan energi global.***