Sementara itu, analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan kenaikan harga minyak yang masih terbatas menunjukkan pelaku pasar belum melihat situasi saat ini sebagai runtuhnya gencatan senjata secara menyeluruh.
"Ini hanya sebagai eskalasi di tengah gencatan senjata yang masih rapuh, dan masih jauh dari kondisi gencatan senjata yang benar-benar runtuh," ujar Sycamore.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penilaian tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan situasi. "Apakah pandangan itu akan terbukti benar atau tidak, masih harus dilihat," pungkas dia.***