politik

Kantongi Restu Kedua Orangtua, Anto Cemara Maju di Pileg 2024: Ingin Mengabdi dalam Wujud Kongkret

Selasa, 23 Mei 2023 | 11:11 WIB
Alfianto SH alias Anto Cemara, bacaleg Partai Golkar untuk DPRD Limapuluh Kota dari Dapil Pangkalan Koto Baru-Kapur IX. (f: Dok. Pribadi)

LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Sudah aktif di organisasi kemasyarakatan (ormas) sejak 2007, kalau Alfianto SH ingin membidik kursi di lembaga legislatif, "Karena saya merasa sudah saatnya memberikan pengabdian dalam wujud yang lebih kongkret," katanya.

"Selagi berada di luar sistem, maka jangkauan saya untuk berbuat dan berjuang yang terbaik bagi kepentingan orang banyak akan sangat terbatas," ujar tokoh muda yang akrab disapa dengan Anto Cemara itu.

Sekeras apa pun upaya perjuangan, dan selantang apa pun aspirasi yang disuarakan, menurut Anto Cemara, tidak bisa mengubah banyak keadaan selagi berada di luar sistem. "Tidak jarang suara kita malah hanya dianggap angin lalu saja."

Kalau ingin perjuangan berwujud secara kongkret, menurut Anto Cemara, satu-satunya jalan adalah dengan masuk ke sistem pemerintahan yang ada. Dan DPRD, menurut Anto, merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang ada.

"Dengan duduk di DPRD, kita akan menjadi bagian dari pengambil keputusan," katanya. Bersama dengan eksekutif, menurut Anto Cemara, para anggota DPRD akan menjadi penentu nasib daerah dan masyarakat.

Suara para anggota dewan, dan tanda tangan yang dibubuhkannya, menurut Anto Cemara, akan ikut memberi warna perjalanan sebuah daerah, dan anggota masyarakat yang berada di dalamnya.

Maka, menghadapi Pemilu 2024 Anto Cemara sudah membulatkan tekad untuk ikut bertarung. Oleh partai yang menaunginya, yaitu Partai Golongan Karya (Golkar), Anto Cemara sudah didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) ke KPUD Limapuluh Kota.

Anto Cemara membidik kursi DPRD Kabupaten Limapuluh Kota periode 2024-2029 melalui Pemilu 2024. Ia maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX.

Untuk apa? "Saya ingin berjuang yang terbaik untuk orang banyak," katanya. Menurut Anto Cemara, rentang pendek perjalanan hidupnya sebagai anak manusia sudah diniatkan bisa memberi kemaslahatan bagi orang banyak.

"Bukankah manusia yang baik itu adalah yang bisa memberi manfaat bagi sesama?" Sikap dan prinsip semacam itu, menurut Anto Cemara, tidak hanya ada sekarang, bahkan sudah lama tumbuh dan  tertanam di jiwanya.

Ditambah keterlibatannya yang intens di sejumlah ormas, yang masih dilakoni sampai sekarang, menurut Anto Cemara, makin memberi pengayaan batin bagi dirinya betapa nikmatnya bisa berbuat yang terbaik untuk orang lain.

Anto Cemara mengaku sering melakukan itu. "Kadang ada saja yang minta tolong ini dan itu ke saya," kenang Anto Cemara. "Selagi bisa saya lakukan, insya Allah saya tidak pernah menolak."

Anto Cemara mengaku merasakan kebahagiaan yang sulit diukur dengan parameter apa pun --termasuk kebendaan sekali pun- manakala bisa melepaskan orang lain dari sebuah kesulitan tertentu.

Bukan Anak "Sultan"

Karena terlahir di tengah keluarga sederhana, menurut Anto Cemara, sejak kecil ia sudah berempati terhadap nasib anggota masyarakat yang kurang beruntung.

Halaman:

Tags

Terkini