SUBANG, RIAUSATU.COM - Karena salah satu di antaranya hanya memiliki satu organ hati, bayi kembar siam yang bernama Hasan dan Husen ini kemungkinan akan sulit dipisahkan. Orangtuanya juga masih mempertimbangkan untuk memisahkan tubuh Hasan-Husen melalui operasi.
Bayi yang terlahir dengan kondisi menempel atau biasa disebut kembar siam itu merupakan anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Imam dan Desi Lubis, yang tercatat sebagai masyarakat Kecamatan Sukamelang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
"Hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter menyatakan bayi saya itu hanya memiliki satu hati dan tulang dadanya sedikit menyatu," kata ayah sang bayi, Imam Safii Harahap (25), sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.
Sejak dilahirkan sekitar sepekan yang lalu, bayi kembar siam itu diketahui masih menjalani perawatan intensif.
Orangtua kedua bayi tersebut juga mengaku kesulitan membiayai operasi pemisahan raga bayinya di rumah sakit. Pasalnya, kondisi kembar siam yang dialami kedua bayi laki-laki itu cukup rumit dan sulit untuk dipisahkan.
Sejak awal, Imam mengakui dokter memang menyebutkan ada dua bayi di dalam perut istrinya, Desi Lubis (24). Namun, hasil pemindaian mesin ultrasonografi (USG) tidak bisa mengetahui pasti kondisi sang bayi ternyata menyatu.
Kondisi kembar siam itu baru diketahui setelah bayi mereka dilahirkan dengan cara sesar di Rumah Sakit Umum Daerah Ciereng, Subang.
Dalam proses persalinan melalui operasi sesar, tim dokter disebut sempat kesulitan mengeluarkan bayi kedua mereka karena terhalang tali ari-ari.
Namun, setelah menjalani penanganan yang cukup panjang, kedua bayi mereka pun berhasil dilahirkan dengan selamat meskipun dalam keadaan menyatu bagian perutnya.
Imam menceritakan, RSUD langsung merujuk kedua bayinya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung lantaran fasilitas yang ada di RSUD Ciereng kurang memadai.
“Saat itu, kondisi jantung bayi kami belum normal,” katanya.
Imam mengaku terpukul setelah mendengar kedua bayinya ternyata hanya memiliki satu organ hati ditambah dengan biaya pemisahan badan kedua bayi itu yang mencapai Rp 1,7 miliar.
Bayi kembar bernama Hasan dan Husen saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Ciereng, Kabupaten Subang. Karena keterbatasan fasilitas penunjang perawatan, RSUD merujuk kedua bayi tersebut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Keluarga pun tidak menyanggupi penanganan medis itu.
“Rp 1,7 miliar itu pun yang paling murah katanya. Ada juga yang Rp 2 miliar," ujarnya.