PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Polda Riau dan Polresta Pekanbaru sama-sama meraih peringkat peringkat terbaik dari Penghargaan Kompolnas Tahun 2022 hari ini. Keduanya mendapat penghargaan atas inovasi dan pelayanan kepada masyarakat selama masa pandemi.
Penghargaan diterima langsung di Jakarta oleh Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi.
Hadir dalam acara Kompolnas Award Tahun 2022, Ketua Kompolnas Mahfud MD yang juga Menko Polhukam, Wakapolri Komjen Pol Gatot Edy dan undangan lainnya.
Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto mengatakan ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam penghargaan kali ini. Kriteria itu mulai dari inovasi, crime total and crime clearence, restorative justice, keinginan ambisi hingga pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi.
“Untuk Polda Riau masuk 10 besar. Kalau Polresta Pekanbaru terbaik se Indonesia atas inovasi, pelayanan, pemulihan keadilan, capaian vaksin dan pemulihan ekonomi di masa pandemi,” sebut Benny, Kamis (12/8/2022).
Berbagai inovasi yang dilakukan Polda dan Polresta Pekanbaru dinilai patut mendapat apresiasi. Terlebih komisioner Kompolnas sudah turun langsung ke wilayah kesatuan yang masuk 10 besar pelayanan terbaik di Korps Bhayangkara tersebut.
“Kemudian kami analisis datanya, dikroscek datanya dan verifikasi ke Polri. Setelah mengerucut 10 besar baru kita ke daerah melihat langsung, kita lihat inovasi yang dibuat, Bhabinkamtibmas dan semua untuk Pekanbaru kita lihat sendiri anggota bisa memanfaatkan masyarakat pada sektor ekonomi,” kata Benny.
Khusus untuk Polda Riau tim Kompolnas melihat pelayanan dan fasilitas yang ada sangat layak. Termasuk transparansi saat menangani perkara yang masuk ke Polda Riau dan jajarannya.
“Pelayanan publiknya bagus, transparan, ramah, banyak inovasi dilakukan. Bahkan kami juga wawancarai masyarakat terkait pelayanan, semua fakta-fakta ini kami temukan. Ada Bhabinkamtimas juga bisa membantu masyarakat, diakui betul sama masyarakat dan mereka jaga keamanan,” katanya.
“Untuk Polda Riau itu kita lihat pelayanan, inovasi, transparansi penanganan perkara yang terbuka, ramah, rasa empati petugas juga itu kita lihat bagus. Kadang lemahnya beberapa institusi itu karena komunikasi, kita saja setiap tahun ada 3.000. Setelah kita kelompokan ternyata komunikasinya kurang ," kata Benny.