PANGKALANKERINCI, RIAUSATU.COM-Bertempat di ruang Auditorium lantai III kantor Bupati Pelalawan, Selasa (4/8), Bupati Pelalawan HM.Harris Pimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Pelalawan.
Hadir pada acara tersebut, unsur Forum Kominikasi pimpinan Daerah ( Forkopinda), Wakil Ketua DPRD Kab.Pelalawan, seluruh pimpinan SKPD terkaid dilingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Pelalawan, Camat se- Kab.Pelalawan, Lurah/ Kepala Desa se Kab. Pelalawan dan seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan.
Dalam sambutannya Bupati Pelalawan HM.Harris mengatakan bahwa rakor ini dilaksanakan adalah tindaklanjut dari semakin meluasnya kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kabupaten Pelalawan ini. Terutama banyaknya terjadi di lahan lahan milik perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan.
Bupati juga menegaskan bahwa ada lahan milik perusahaan yang terbakar, namun tidak ditangani dengan segera oleh pihak perusahaan, jadi terkesan dibiarkan saja.
''Rakor yang kita laksanakan pada hari ini merupakan tindak lanjut atas semakin meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang ada di kabupaten pelalawan, selain itu kita mendapat teguran dari Danrem 031/WB bahwa didaerah kita terdapat lahan perusahaan yang terbakar namun kebakaran lahan tersebut tidak ditangani oleh pihak perusahaan bahkan terlihat ada pembiaran, oleh sebab itu hari ini kita mengadakan rakor karhutla khususnya bagi perusahanaan yang memiliki lahan perkebunan,'' ujar Bupati.
Bupati juga mengatakan, pada rakor hari ini kita akan menyepakati bersama-sama dan berkomitmen tidak ada lagi titik api dilahan masyarakat terutama dilahan perusahaan, selain itu, kita akan membahas pembentukan dan meyepakati posko-posko pengendalian karhutla di tiap-tiap desa dimana posko utama ditempatkan di ibukota kabupaten.
''Komitmen ini akan kita tuangkan dalam bentuk kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang hadir, oleh camat, lurah/kades,'' katanya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Harris sempat mengutarakan kekecewaannya terhadap minimnya kehadiran pihak perusahaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga Bupati Harris langsung mengabsen satu-persatu perusahaan yang hadir pada rakor tersebut. (sam)