peristiwa

Komut PT PHR Diduga Terlibat PL Proyek Limbah di Blok Rokan, CERI Siap Buka Data

Sabtu, 4 Maret 2023 | 13:31 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rosa Vivien Ratnawati, dan Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI). (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menuding dugaan adanya keterlibatan Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rosa Vivien Ratnawati, dalam proses penunjukan langsung pada pekerjaan limbah di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang bernilai ratusan miliar rupiah.

"Usut apakah ada keterlibatan Komut PT PHR, Rosa Vivien Ratnawati, dalam penunjukan langsung untuk pekerjaan proyek limbah di WK Rokan," sebut Yusri Usman, dalam perbincangannya dengan riausatu.com, melalui pesan WhatsApp dari Jakarta, Jumat (3/3/2023) siang.

Tidak sekadar menuding, Yusri siap membuktikan ucapannya. "Saya sudah pegang data lengkap kontrak perusahaan sebelumnya yang mengolah limbah lumpur bor, dia tersungkur gara-gara proyek ini, nanti akan saya buka supaya terang benderang semuanya," janji Yusri Usman.

Menurutnya, tidak ada payung hukum penunjukan langsung untuk pekerjaan proyek limbah di blok migas yang dikelola PT PHR sejak 9 Agustus 2021, kecuali pada saat transisi.

"Jika terbukti tunjuk langsung dengan harga pemulihan Rp6 juta/m3, sementara perusahaan sebelumnya hanya Rp565 ribu/m3, itu namanya apa ya," pungkas Yusri Usman.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/3/2023), Komut PT PHR Rosa Vivien Ratnawati, tidak membalas pertanyaan yang dikirim riausatu.com terkait tudingan CERI, sampai berita ini tayang.

Sebelumnya, ketika pertanyaan sama dikirimkan ke Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama, riausatu.com disarankan menghubungi Dirut PT PHR, Rosa Vivien Ratnawati. "Bisa (hubungi) ke Dirut aja," jawabnya.

Seperti diberitakan, kasus kecelakaan kerja kembali terjadi di area kerja PT PHR. Kali ini menimpa tiga pekerja PT PPLI, yakni Hendri (54), bagian PMCOW, Ade (37) Operator Dewatring, dan Dedi (44), Operator Evaporator.

Kecelakaan kerja di lingkungan Blok Rokan menjadi sorotan pasca alih kelola dari tangan PT Chevron ke PT PHR pada 9 Agustus 2021 lalu. Dan dari Juli 2022 hingga Januari 2023, telah terjadi sebanyak 7 kecelakaan kerja yang menyebabkan 7 nyawa pekerja tewas.

Dari 7 pekerja tewas itu, seorang di antaranya merupakan pegawai PHR sementara 6 lainnya adalah pekerja mitra kerja PHR. Dengan adanya tiga korban dalam kasus terbaru ini, total korban pekerja yang tewas di Blok Rokan sudah mencapai 10 orang.

Selain itu, kasus kecelakaan kerja ini juga telah menyebabkan dua pejabat teras PHR dicopot. Keduanya yakni Executive Vice President  (EVP) Upstream Business, Feri Sri Wibowo, dan EVP Business Support, Fransjono Lazarus pada awal 2023 ini. ***


Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB