peristiwa

Dulu Dibela Dadan, Kini 41 Dapur MBG Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel Disorot

Minggu, 7 Juni 2026 | 12:01 WIB
Menyoroti sosok anak pejabat DPRD Sulsel, Yasika Aulia terkait dugaan monopoli kepemilikan 41 Dapur MBG usai penangkapan Dadan Hindayana. (f: Instagram.com/@makassar.iinfo - Dok. BGN)

 

MAKASSAR, RIAUSATU.COM - Skandal kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, hingga kini masih menjadi bahan perbincangan publik di media sosial.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengamankan eks Kepala BGN itu pada Rabu, 3 Juni 2026 lalu.

Kini, penangkapan tersebut memicu sorotan bagi sebagian kalangan terhadap tata kelola dan transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam unggahan Instagram @makassar.iinfo, pada Minggu, 7 Juni 2026, salah satu sosok yang menuai sorotan, yakni pemilik 41 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Yasika Aulia Ramadhani melalui Yayasan Yasika Group.

Bagi yang belum tahu, Yasika Aulia merupakan putri dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Yasir Machmud.

"Usai Dadan Hindayana ditangkap, 41 Dapur MBG milik Yasika Aulia anak pejabat DPRD Sulsel didesak untuk diperiksa," tulis postingan tersebut.

Terlebih, mencuatnya keterlibatan kemitraan MBG dalam skala besar ini mendorong aktivis anti-korupsi, Sholehudin, angkat bicara mengenai desakan tersebut.

Mulanya, Sholehudin mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas dapur yang berada di bawah kendali yayasan tersebut.

Desak 41 SPPG Yasika Group Diaudit

Secara terpisah, Sholehudin menilai langkah audit dan pemeriksaan independen mutlak diperlukan usai penangkapan Dadan Hindayana.

Hal ini disebut untuk memastikan seluruh rantai pasok dan pengelolaan program strategis nasional tersebut berjalan tegak lurus dengan regulasi, dan bebas dari indikasi penyimpangan anggaran negara.

Oleh sebab itu, Sholehudin mendesak adanya pemeriksaan terhadap proses legalitas formal seperti izin operasional puluhan dapur bentukan yayasan Yasika Group secara transparan.

"Setelah kasus yang menyeret petinggi BGN terungkap, seluruh mitra yang mengelola program dalam jumlah besar juga perlu diaudit secara terbuka," tegas Sholehudin dalam keterangannya, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Usut punya usut, desakan yang muncul dari aktivis anti-korupsi itu ternyata bukan isapan jempol belaka.

Halaman:

Tags

Terkini