PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Gita Natalius mengakui pernah bertemu dengan Hendra Susanto, namun membantah tudingan mencatut atau “menjual” nama eks pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut dalam proses tender di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Pengakuan itu disampaikan Gita Natalius setelah merespons konfirmasi Riausatu.com yang sebelumnya dikirim melalui pesan WhatsApp.
Ia menyebut pertemuan dengan Hendra Susanto hanya terjadi satu kali di Bandung.
“Saya bertemu satu kali dengan Pak Hendra Susanto di Bandung. Saya tidak merasa menjual nama beliau,” ujar Gita Natalius, pada Ahad sore, 3 Mei 2026.
Gita Natalius juga menepis dugaan keterlibatannya dalam pengondisian tender Fluid Engineering Services Management (FESM) di PT PHR.
Menurut dia, proses pengadaan proyek sepenuhnya berada dalam kewenangan panitia tender.
“Mengenai tender FESM di PHR, prosesnya saya tidak bisa intervensi karena sudah menjadi kewenangan panitia,” katanya.
BERITA TERKAIT:
Sebelumnya, Hendra Susanto mengungkapkan bahwa namanya kerap dicatut oleh pihak tertentu di tengah mencuatnya dugaan pengondisian proyek di lingkungan Pertamina dan SKK Migas.
Ia menegaskan, pencatutan nama tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya dan diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam proses pengadaan proyek sektor energi.
“Nama saya sering digunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi mereka,” kata Hendra Susanto saat dikonfirmasi, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Hendra Susanto menambahkan, dirinya tidak memiliki kepentingan dalam proses pemenangan proyek mana pun, baik di lingkungan Pertamina maupun SKK Migas.
Ia juga meminta agar praktik serupa dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau ada yang menjual nama saya, mohon diabaikan saja,” ujarnya.