Karena itu, ia berharap peringatan Nuzulul Quran tidak berhenti pada seremoni keagamaan semata, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata di berbagai bidang, seperti peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi umat, serta pengembangan dakwah berbasis ilmu.
“Al-Qur’an memberi arah, ilmu memberi metode. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Achmad.
Ia pun mengajak umat Islam menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai titik tolak kebangkitan spiritual sekaligus intelektual.
“Jika kita ingin bangkit sebagai umat, maka kembalilah pada Al-Qur’an. Baca dengan kesadaran, pahami dengan ilmu, dan amalkan secara konsisten. Itulah makna sejati Nuzulul Quran,” ujarnya. ***