peristiwa

Nuzulul Quran Jadi Momentum Membangun Peradaban Berbasis Ilmu dan Akhlak

Sabtu, 7 Maret 2026 | 22:29 WIB
Prof. KH. Achmad Tjachja Nugraha memimpin refleksi Nuzulul Quran menekankan pentingnya ilmu dan akhlak sebagai fondasi peradaban umat. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Peringatan Nuzulul Quran pada bulan Ramadan dimaknai sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk membangun kembali peradaban yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan akhlak.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof KH Achmad Tjachja Nugraha, mengatakan bahwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga panggilan bagi umat Islam untuk memperkuat fondasi peradaban melalui tradisi ilmu dan pembentukan akhlak.

“Peristiwa turunnya ayat Iqra’ di Gua Hira merupakan revolusi peradaban yang menempatkan ilmu sebagai dasar kebangkitan umat,” kata Achmad dalam keterangannya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurut dia, Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci yang dibaca untuk memperoleh pahala, tetapi juga menjadi pedoman dalam mendorong transformasi sosial, moral, dan intelektual dalam kehidupan masyarakat.

Achmad menilai pesan utama dari peringatan Nuzulul Quran adalah dorongan kuat bagi umat Islam untuk memperkuat literasi, riset, serta penguatan akhlak.

Hal itu menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini.

“Al-Qur’an harus menjadi rujukan utama dalam cara berpikir dan bertindak, termasuk dalam sistem sosial, ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Sebagai Penasihat Persatuan Umat Islam (PUI), Achmad juga menilai organisasi keumatan memiliki tanggung jawab besar dalam membumikan nilai-nilai Qurani di tengah masyarakat.

Ia menyebut, sejak awal berdiri, PUI membawa misi dakwah dan pendidikan yang berorientasi pada penguatan umat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter yang berakhlak.

Achmad mengingatkan bahwa kemunduran umat Islam kerap bukan disebabkan oleh keterbatasan sumber daya, melainkan karena menjauh dari nilai-nilai dasar Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, disiplin, dan kerja keras.

Menurut dia, bulan Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum pembentukan karakter Qurani.

Ibadah puasa, kata Achmad, melatih pengendalian diri, empati sosial, serta integritas moral yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. 

“Jika nilai-nilai tersebut dijalankan secara konsisten, maka akan lahir pribadi dan masyarakat yang tangguh,” ujarnya.

Dalam konteks kebangsaan, Achmad menilai nilai-nilai Al-Qur’an sejalan dengan semangat membangun Indonesia yang adil dan beradab.

Ia menegaskan bahwa ajaran Islam justru mendorong terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Halaman:

Tags

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB