Kondisi ini memunculkan dugaan adanya korban dari luar wilayah yang belum dilaporkan secara resmi, atau perbedaan data awal pencarian.
Pemerintah menegaskan bahwa pencarian resmi telah ditutup setelah masa tanggap darurat dan perpanjangan pencarian berakhir.
Meski demikian, verifikasi data korban tetap terbuka apabila ada laporan baru atau hasil uji DNA lanjutan.
Pemerintah berharap keluarga yang masih mencari dapat memperoleh kepastian di kemudian hari.
Ade juga menyebutkan bahwa sebagian besar temuan terbaru diduga berupa potongan tubuh, sehingga menyulitkan proses identifikasi secara utuh.
Hal ini menambah kompleksitas dalam penanganan korban.
Seluruh jenazah yang ditemukan telah dimakamkan di TPU Pasirlangu.
Proses pemakaman dilakukan dengan penuh penghormatan, meski tanpa identitas yang jelas.
Tragedi longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di Bandung Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat.
Selain duka, tragedi ini juga menegaskan pentingnya validasi data korban agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbarui informasi jika ada perkembangan baru.
Bencana ini sekaligus menjadi pengingat akan perlunya sistem mitigasi yang lebih tangguh di wilayah rawan longsor.
Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan masyarakat.***