Dana tersebut nantinya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua, melainkan dikelola oleh tim pelaksana di lapangan.
Kader posyandu memegang peranan kunci dalam pengelolaan dana dari perusahaan mitra tersebut. Para kader akan bertanggung jawab menyusun menu harian, memasak, hingga mendistribusikan makanan bergizi langsung kepada anak-anak penerima manfaat.
Pola kerja sama ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh sektor swasta benar-benar dikonsumsi oleh anak dan tidak disalahgunakan untuk kebutuhan lain.
Agung Nugroho berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha ini dapat menjadi percontohan nasional dalam penanganan stunting secara swadaya.
Dengan gotong royong, ia optimistis target Pekanbaru bebas stunting dapat segera terwujud demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di Bumi Lancang Kuning.
"Tugas kita adalah memastikan setiap anak di Pekanbaru tumbuh sehat tanpa kekurangan gizi," pungkasnya.***