Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mengatakan peristiwa tersebut baru diketahui setelah beredarnya salinan dokumen internal setebal 11 halaman berlogo Danantara dan PT Pertamina (Persero) yang disusun oleh unit Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“Kasus meninggalnya Akhmad Faroqi ini tidak muncul ke publik. Informasi justru baru terungkap dari dokumen internal yang beredar,” ujar Yusri di Jakarta, Kamis pagi, 8 Januari 2026. ***