peristiwa

Kisah Liza di Agam: Beruntung Selamat dari Galodo, tapi Bingung Menyambung Hidup karena Sawahnya Ditimbun Lumpur

Minggu, 7 Desember 2025 | 11:09 WIB
Liza. (f: kompas.com)

PADANG, RIAUSATU.COM - Banjir bandang di Palembayan, Agam, Sumatera Barat tak hanya memakan korban jiwa, melainkan juga melumpuhkan ekonomi warga.

Belum surut duka yang dirasakan, warga juga pusing harus apa untuk bisa menghasilkan uang. 

Seperti yang dialami oleh Liza (45), warga Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Induk di Palembayan. Liza termasuk orang yang beruntung bisa selamat dari maut pada Kamis (27/11/2025).

Namun, ia kehilangan mata pencahariannya. "Kami aman, alhamdulillah. Kalau masalah rumah dan kehidupan badan, alhamdulillah sehat. tapi lahan sawah kami habis ditimbun lumpur banjir bandang. itu ekonomi kami sulit," kata Liza saat ditemui di Posko Pengungsian SD 05 Kayu Pasak, Jumat (6/12/2025) siang, dilansir kompas.com

Sekitar setengah hektar sawah milik Liza hilang tertutup material lumpur banjir bandang. Seminggu setelah banjir bandang, Liza akhirnya menengok sawahnya. Tak ada lagi hamparan hijau padi yang biasa ia rawat sehari-hari.

"Di sini kami ekonominya enggak banyak, lahan cuma sedikit tapi rata. Saya (hidup) dari sawah iya, tapi cari-cari tambahan (uang) di luar juga," tambahnya.

Ibu empat anak itu kini bingung. Ke depan, ia tak tahu harus bagaimana untuk bisa menyambung hidup. Ia memprediksi selama setahun ke depan, sawahnya tak akan bisa diolah. 

Kondisi sawahnya yang tertutup lumpur dan banyaknya material kayu tak akan mungkin untuk bisa digunakan.

"Kalau diolah di atas lumpur, kaya gimana ya. enggak tahu saya. Kalau ekonomi ini saya enggak tahu lamanya. Enggak tahu harus apa. Enggak tahu pokoknya," ujarnya pasrah.

Ia masih memikirkan opsi lain untuk menghasilkan uang dari usaha lain. Namun, ia paham bahwa ekonomi warga di sekitarnya pun sama dengan dirinya.

Berjualan kebutuhan sehari-hari, sulit laku. Berjualan makanan, pun demikian.

"Kalau di sini jualan enggak ada yang beli, kalau jualan hari-harian payah, jualan masakan itu payah. Ekonominya sama semua, pungkasnya.

Ia hanya bisa menggantungkan hidupnya dari sawah dan kebun. Itupun penghasilannya tak langsung didapatkan hari itu juga. 

Bertani umumnya punya jadwal panen. Biasanya Liza panen dalam waktu 3-4 bulan. Dari sana, Liza baru bisa mendapatkan uang. 

Dalam setahun, Liza pun tak bisa memastikan banyaknya hasil panen dari sawahnya. Kadang banyak, kadang sedikit. Semua tergantung kesehatan padi yang ditanam.

Halaman:

Tags

Terkini

Pasbar di Sumbar Diguncang Gempa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:40 WIB

Masih Dibuka, Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB